The Silent

The Silent

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2020
Jangan mempercayai siapapun. Terlebih orang yang mengatakan bahwa dia mencintaimu teramat amat dalam, sebab faktanya dia adalah pengkhiatan yang tidak kasat mata. Tidak percaya? Munafik. Pertama, Kau akan terlena dengan serentet kata penuh kemunafikan seperti, aku mencintaimu. Kedua, Kau akan percaya dengan semua kata yang dia ucapkan, kata penuh kebohongan dilapisi pengkhianatan mengikuti dibelakangnya. Masih tidak percaya? Natalie sudah membuktikannya, pengkhianatan yang dilakukan Jared sungguh membuatnya tidak mempercayai siapapun. Termasuk tentang Kalle, dia tidak mempercayai lelaki itu sama sekali.
All Rights Reserved
#368
killer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Diam(End)
  • ngger adalah vandyku
  • Ikatan Tanpa Pilihan
  • KAELVOSS - Velvet Trap
  • Eccedentesiast
  • My Husband (TAMAT)
  • BETWEEN US, SILENCE [END]
  • Enemy Boyfriend [Selesai]
  • PARANOID: THE A

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines