Story cover for IPA IPS by juneyz
IPA IPS
  • WpView
    Reads 37,653
  • WpVote
    Votes 675
  • WpPart
    Parts 14
  • WpView
    Reads 37,653
  • WpVote
    Votes 675
  • WpPart
    Parts 14
Ongoing, First published Apr 21, 2019
Ini kisah tentang anak IPA dan IPS yang tidak pernah akur. Terlalu munafik untuk diungkapkan, benar apa kata pepatah mulut mu harimau mu. Itu lah yang Azizah rasakan menahan malu akibat dirinya sendiri. 

"Lo terlalu sombong untuk kepintaran lo, tanpa lo sadar omongan yang lo keluarin akan jadi boomerang buat diri lo sendiri."

"Selamat hari kehancuran"
 





Banyak perbedaan yuk baca lagi!
All Rights Reserved
Sign up to add IPA IPS to your library and receive updates
or
#208bayu
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Juan [REVISI] cover
GALASKY ✅ cover
Top On You《END》 cover
Without You cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
Ketua OSIS vs Ratu Asbun (HARQEEL) [END] cover
R A S A cover
IPA & IPS cover

Juan [REVISI]

1 part Complete

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.