Quo Vadis. (On Hold)

Quo Vadis. (On Hold)

  • WpView
    Reads 727
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 18, 2019
Mereka awalnya tidak saling mengenal, meski sudah berada ±1 tahun menempuh pendidikan di tempat yang sama. Cuek, acuh, kadang riang, humoris, mereka sama sama memiliki sifat itu. Dimulai dari insiden kecil di pagi hari itu, yang kemudian membawa mereka kepada insiden-insiden selanjutnya, yang tentunya melibatkan mereka berdua. Namun apa daya, mereka hanya 2 remaja puber yang tengah mencari jati diri mereka. Jangan lupakan peran waktu, yang memiliki andil paling besar dalam proses pengenalan jati diri mereka. * Ini bukan cerita dimana yang satu populer yang satu cupu. Bukan juga cerita tentang player ketemu cupu juga. Mereka sama-sama orang biasa. Yang sedang berusaha menemukan jati diri mereka. Pertanyaannya, akan mereka bawa kemana diri mereka setelah menemukan jati diri mereka? * Warning(!) Sebelum baca, ada baiknya periksa tagar nya dahulu. Segala resiko ditanggung pembaca, hehe :)
All Rights Reserved
#146
mxm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Half of Him [ON HIATUS]
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI
  • ONE EYE
  • Senyuman Indah (Yaoi) (Tamat)
  • HEARTBEAT (boyxboy)
  • (B)ROMANCE?! - [TAMAT]

[BOYSLOVE] 'A lie between you, me, and him.' Agav tahu sejak lama bahwa kakaknya-Agam-menyimpan sesuatu yang tak pernah dibicarakan, entah di rumah mereka, atau bahkan lewat tatapan. Ia tahu siapa itu Naren. Ia tahu hubungan kakaknya dan pria itu lebih dari sekadar teman dekat. Dan ia juga tahu kapan harus diam, berpura-pura dungu, agar tidak merusak apa pun yang bukan menjadi urusannya. Namun, semuanya hancur begitu cepat. Sebuah pertengkaran. Isakan yang Agav dengar diam-diam dari balik pintu kamar, lalu kepergian Agam ke luar kota tanpa banyak penjelasan. Hubungan rahasia itu kandas, dan Agam memilih melarikan diri dari sisa-sisa kenangan yang terlalu menyakitkan untuk ditinggal di Jakarta. Kemudian, entah kebetulan atau takdir, Agav bertemu Naren. Di sebuah toko buku kecil yang sunyi, saat langit sore mulai meremang, Naren menatapnya dengan mata yang seolah membawa masa lalu kembali. Ia menuturkan nama Agam. Ia tersenyum. Dan Agav, dalam detik-detik hening yang terasa terlalu lama, tidak membetulkan kesalahan pria tersebut. Sebab jauh di lubuk hatinya, Agav juga mencintai Naren. Sebuah kebohongan yang dibuat oleh Agav agar ia bisa merasakan kasih sayang dari mantan kekasih kakaknya sendiri. p/s: update tergantung mood author! (sehari sekali kalau mood nulis hwehwe)

More details
WpActionLinkContent Guidelines