We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
[tak] Bersama Langit

[tak] Bersama Langit

  • WpView
    Reads 1,122
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 15, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Memang benar pertemuan itu akan membuat kita berpisah secara singkat, entah tentang memiliki atau sebelum memiliki. Semua telah direncanakan dengan baik oleh semesta, dan kita hanya bisa menerima. ㅡ Benar ya, ku kira cerita kita tak menu untuk bab akhir, ternyata aku salah. Semua yang berawal dari bab pertama maka akan menu bab akhir, semudah itu ternyata untuk mengakhiri. Padahal kita belum tentu akan bertemu di bab awal, bukan? Dan kita di pertemukan dari bab pertama hingga di pertengahan bab untuk menuju akhir yang memilukan. Langit memang hanya penyinggah, untuk kita keluar dari lingkaran yang tak sepatutnya berada dalam sana. Langit coba kita di pertemukan pada bab bagian awal, sungguh senang melaluinya hingga akhir bersama. Menjadi akhir yang membahagiakan bukan akhir yang mengenaskan. "Bait kata yang tak pernah tersampaikan oleh suar, kini menjadi kata pilu untuk menyampaikanya." Selamat tinggal Langit, sampai bertemu di lain bab yang menentukan kita akan memasuki awalan, dan tetap bersama sampai akhir. . 2017 2019 ㅡstart copyright; kelabunight
All Rights Reserved
#714
sky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • Langit Artharendra
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]
  • langit biru
  • Diantara Langit & Senja
  • Langit Senja [end]
  • Home?
  • GALANG [SELESAI]
  • Langit dan Bumi
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines