My Sweet Boyfriend

My Sweet Boyfriend

  • WpView
    reads 38,936
  • WpVote
    Stemmen 743
  • WpPart
    Delen 30
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd din, jul. 16, 2019
[COMPLICATED] Dengan lembut ibu jari itu mengusap punggung tangan seseorang disampingnya "Lo tau gak mik,Lo itu sebenarnya bukan tipe gu-" "Stop! Lo ngajak ribut?!" Vandy memegang dagu Mikha "Gue belum selesai ngomong mikha dengerin sampai selesai. Lo itu emang bukan tipe gue. Jauh dari kata idaman bagi gue. Sedikit pun. Jatuh cinta sama Lo juga bukan kemauan gue." "Iya gue tau!" Gumam Mikha ketus. Vandy terkekeh geli melihat tingkah Mikha yang menurut nya imut. "Gue jatuh cinta sama Lo itu tanpa rencanain mik. Bener-bener bukan kemauan gue, entah kenapa rasa itu mendesak gue. Padahal ya masih banyak cewek lain yang lebih dari Lo. Tapi hati gue milih Lo Mikhaellla Abigail Putri Hatmodjo. I love you" "I love you more Avandy Anantha Mahardhika!"
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • BarraKilla
  • My Handsome Devil
  • Adka Is BABY [FemDom]
  • Maafkan Aku
  • Stay (Away)
  • D O M I N A N || RUPHA
  • Im Yours.
  • Because I'm Stupid (End)
  • Tokoh Utama

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen