UTAIAN RIDU TERPENDAM

UTAIAN RIDU TERPENDAM

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 23, 2019
WpInfo
Poetry
Tagssesak
Hari ini terlihat cerah... Tidak dengan hatiku... yang kini basah merindukanmu... Di bawah pohon yang tegak dengan kesendirian... Aku duduk bersandar di bawah menemaninya... Sambil menatap langit dengan mata berteman air, mentes lembut di pipiku... Dengan suasana yang sunyi... Aku menulis puisi... Mengungkap isi hati... Soal rasa yang terbalut sepi... Yang menghiasi hati ini... Langit selalu saja menayangkan wajahmu di layarnya... Burung-burung membisikkan namamu... Dan angin yang bertiup rindu... Seolah menyelimutiku... Aku kedinginan sepi... Aku tidak tahu bagai mana mengutarakan rasa ini kepadamu... Aku tidak tahun bagaimana tuk bisa menemukanmu... Aku tidak tahu... Tuhan tolong aku... Tolong aku... ....
All Rights Reserved
#132
sesak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terjebak Nostalgia
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • N O R A [on going]
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • flashback~
  • SasuHina - Kau Dimana
  • SasuHina - I Knew I Love You
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • The Story Only I Didn't Know

Terkadang terlalu peduli itu sakit, sama halnya yang aku lakukan dulu. Aku terlalu bodoh, karena aku selalu menunggu mu yang tak kunjung datang. Hatimu yang tak lagi untukku. Padahal sejatinya ada dia yang mencintaiku dan menyayangiku tulus tanpa pamrih. Terimakasih atas luka yang kau beri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines