365 Hari Arumi(HIATUS)

365 Hari Arumi(HIATUS)

  • WpView
    Reads 1,783
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
"Insya Allah, Aku sudah yakin untuk memakainya kak" keduanya berpelukan dan menangis haru. "Niatkan karna Allah, dan jangan patah semangat jika nantinya akan ada banyak orang yang tidak menyukai keputusan kamu saat ini" ucap seseorang dan tersenyum dibalik kain cadarnya. **** Mau tau kelanjutannya?? Jangan lupa tinggalkan jejak yahh,ini ceritanya masih anget lohhh:v Vote & Coment🔥 #RSA. IG:@sar_ema19.
All Rights Reserved
#111
hijab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Allah Selalu Bersamaku
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • Cinta Sabilla | √
  • 1 CINTA 2 SAHABAT
  • Assalamu'alaikum! Wahai Imamku!
  • Because I'm used to it [END]

Arumi Keyra Alexander, berusia 21 tahun, Arumi memiliki kecantikan alami dengan kulit putih, mata coklat yang mirip dengan ibunya, hidung mancung, dan alis tebal. Kehidupan tanpa figur ayah dan kurangnya perhatian membuatnya berkembang menjadi pribadi yang keras kepala, emosional, dan berani. Kehidupan Arumi di warnai dengan kebebasan tanpa batas agama. Karena tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak mengutamakan nilai-nilai agama, sehingga ia menjadi gadis yang tidak tertarik dengan hal-hal keagamaan. Hingga suatu ketika, ia tiba-tiba mengambil keputusan yang membuat semua keluarganya terkejut. Langkah ini membuat perlawanan keras dari keluarganya yang tidak memahami dibalik keputusannya. *** Plak! Kepala gadis itu langsung menoleh ke kiri saat mendapat tamparan keras dari ibunya. Sangat jelas raut wajah wanita paruh baya itu langsung berubah saat mendengar ucapan Arumi. Malam itu, pukul 20:00, rumah hanya dihuni oleh Sarah dan Arumi, karena ketiga saudaranya belum pulang. Sarah yang biasanya pulang larut malam dari butik, malah mendadak pulang lebih awal. Alhasil, terjadilah adu cekcok antara ibu dan anak itu. "KAMU GILA HAH?!" bentak Sarah Lagi-lagi Arumi menggeleng "Ngga Ma, aku ngga gila. Keputusan ini udah aku pertimbangin beberapa hari lalu, tapi aku ngga pernah punya kesempatan bicarain ini karena mama selalu sibuk" "Ngga! Mama ngga setuju!" tegas Sarah Arumi memelas "Mah, pleasee" "Kalau Mama bilang ngga, ya ngga!" Sarah bersikukuh °°° Sebenarnya, apa yang mendorong Arumi mengambil keputusan besar ini? Apakah ada motif yang tersembunyi dibalik perubahannya, atau memang murni keinginannya sendiri? Dan apakah perubahan ini akan membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi Arumi? Ataukah mungkin, malah sebaliknya? Terus ikuti kelanjutan kisahnya... . . . MURNI HASIL PEMIKIRAN AUTHOR‼️ Yang plagiat, kuku jempolnya copot😠 Happy Reading!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines