Mba Kunti

Mba Kunti

  • WpView
    Membaca 39
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadLengkap Sel, Apr 23, 2019
Saat itu aku masih duduk di bangku Sekolah dasar, Aku tinggal di bandung di ciganitri Pada malam itu,aku dan sekeluarga sedang menuju perjalanan pulang dari pantai pangandaran, kalo ga salah,waktu itu kami berangkat jam 7 malam. Ayahku yang mengendarai mobilnya.Waktu pun berlalu, aku dan sekeluarga masih di tengah perjalanan,tapi saat itu kami sekeluarga merasa ada yang aneh, karena rasanya kita hanya berputar putar di jalan yang sama, aku pun membuka handphone ku dan membuka Gps, dan yang aneh nya lagi walaupun mobil kita berjalan, tapi gps di handphone ku tidak bergerak.Kami sekeluarga pun panik. Kemudian kami melihat seorang wanita dari kejauhan,karena tersorot lampu mobil,Dan saat kami sampai wanita itu,kami bertanya arah ke bandung kemana, tapi saat kami bertanya wanita itu sama sekali tidak menjawab, kami pun menghiraukan nya, dan meneruskan perjalanan. Kami sekeluarga pun lelah karena sdaru tadi kami hanya berputar putar terus tak sampai".Kami pun memutuskan untuk beristirahat di sebuah gubuk yang ada di pinggir jalan,ayah ku terlelap sejenak, ibuku juga, dan adikku di sebelah ku,dia tidak bisa tidur sama sepertiku. Dan samar samar aku dan adikku melihat seorang wanita yang tadi kami tanyai di jalan tadi, aku pun membangun kan ayah ku dan ibuku bermaksud untuk bertanya kepada wanita itu.Ayahku dan aku menghampiri wanita itu.Dan kami bertanya "maaf mba,apa mba tau arah menuju kota bandung"? Tanya ayah ku. Lalu wanita itu menengok dan. Aku dan ayahku terkejut,wajah wanitaitu hancur! Matanya putih semua, mulutnya menganga, dan lidah nya panjang sekali, wajahnya berlumuran darah,ayahku langsung membawa kami sekeluarga masuk ke mobil dan buru" pergi meninggalkan gubuk itu,dan kami membaca surat" yg kami bisa. Akhirnya kami menemukan jalan ke arah bandung, kami pun berhasil pulang ke rumah, sampai di rumah kami sangat lega dan kami beristirahat. Dan itulah cerita ku,sampai saat ini kadang aku suka terbayang wajah wanita itu..
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#118
kuntilanak
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tentang Kota Ini
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • WARISAN
  • My Duchess / End
  • Kisah Yang Tak Berakhir
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)
  • syanin
  • My ice girl

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan