Celotehan Nanad

Celotehan Nanad

  • WpView
    Membaca 452
  • WpVote
    Vote 43
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 18, 2021
Hanya sekedar rangkaian kata yang terlintas dibenak. Tapi inget ini untuk dibaca bukan ditulis ulang loh.. Tapi kalo mau ditulis ulang yah gpp asal hak nama saya disisipkan.. Tolong saling menghargai🙏🏻 . Salam hangat dari saya dedeNANAD . Jagan lupa vote, follow dan coment plus kalo mau mampir ke akun Ig saya boleh @nadialutfih
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#318
putihabuabu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Seutas Gelabah
  • Dimensi Angin Benua
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Fifa Story [END] ✔
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • Segala Tentangmu ❝
  • DUA GARIS
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan