Celotehan Nanad

Celotehan Nanad

  • WpView
    Reads 452
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 18, 2021
Hanya sekedar rangkaian kata yang terlintas dibenak. Tapi inget ini untuk dibaca bukan ditulis ulang loh.. Tapi kalo mau ditulis ulang yah gpp asal hak nama saya disisipkan.. Tolong saling menghargai🙏🏻 . Salam hangat dari saya dedeNANAD . Jagan lupa vote, follow dan coment plus kalo mau mampir ke akun Ig saya boleh @nadialutfih
All Rights Reserved
#318
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • DUA GARIS
  • Dimensi Angin Benua
  • PAINFUL✔[SUDAH TERBIT]
  • Segala Tentangmu ❝
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Seutas Gelabah
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Fifa Story [END] ✔

Disclaimer❗❗❗❗❗ [cerita ini merupakan cerita fiksi yang terinspirasi dari puisi yang saya buat sendiri. Bukan hasil plagiat dari siapapun. Karena kebetulan saya suka membuat puisi] jangan lupa vote dan komen ya teman sebagai bentuk apresiasi. ありがとうございます (Terimakasih)😇 Maaf banyak typo, pemula soalnya Harap di maklum🙂🙏 Ada beberapa kata kasar di dalamnya Bijaklah dalam membaca Ambil baiknya buang buruknya yaa 『Puisi di spil di ending🌺』 〖Tapi sebelum kesana baca dulu dari awal biar nyambung sama kisahnya pas nyampe di puisi yaa💕〗 Happy Reading Time❤ 。。。。。 Anaya Aurelia Dela, seorang remaja SMA yang hatinya sudah lama terpenjara oleh sahabatnya sendiri. Zayan Arshaka, seorang lelaki berparas tampan, cerdas, pintar, dan di kelilingi oleh harta yang bergelimang, membuatnya terlihat seperti sosok yang sempurna. Menjalin persahabatan dengan sosok seperti Zayan memang lah tidak mudah, terlebih segala perhatian yang Zayan berikan kepada Anaya telah berhasil membuat hatinya terpenjara. Namun terlalu banyak penghalang bagi Anaya untuk mengungkapkan perasaannya, terutama perbedaan kepercayaan yang sangat jauh bagaikan sebuah tembok raksasa yang berhasil menghalangi perasaannya. Lalu apakah yang akan Anaya lakukan untuk perasaannya? Akankah perasaan yang sedari dulu di pendamnya terbalaskan? 。。。。。 Dilarang keras untuk plagiat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines