Sundel Bolong

Sundel Bolong

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 23, 2019
Sundel bolong (dalam bahasa melayu: sundal bolong) adalah mitos hantu dari nusantara yang umumnya digambarkan sebagai wanita cantik berambut panjang dan bergaun panjang warna putih yang bolong ("berlubang tembus"). Di bagian punggung yang sedikit tertutup rambut panjangnya sehingga organ-organ tubuh bagian perut terlihat. Banyak yang menyangka bahwa Sundel Bolong sama dengan Kuntilanak, karena dalam mitosnya, keduanya digambarkan sama-sama berambut panjang dan mengenakan gaun putih.Hal yang membedakan antara penggambaran sundel bolong dengan kuntilanak adalah punggungnya yang bolong (berlubang). Mitos hantu sundel bolong juga telah menjadi mitos yang umum di Malaysia setelah dibawa oleh imigran-imigran dari nusantara. Dalam mitos nusantara, hantu sundel bolong adalah arwah penasaran dari wanita yang mati karena diperkosa dan kemudian melahirkan anaknya di dalam kubur.Sundel bolong menurut mitos juga suka mencuri bayi-bayi yang baru saja dilahirkan.Sundel bolong menurut mitos sangat malu dengan lubang pada badannya dan selalu berusaha menutupinya. Hantu sundel bolong dikatakan sering menjelma sebagai wanita cantik yang berjalan seorang diri di jalan yang sunyi.Ada dugaan bahwa mitos ini dahulu diciptakan dan disebarkan di nusantara untuk menghindarkan wanita yang berjalan sendirian saat malam hari di pedesaan dari gangguan laki-laki yang berniat jahat, terutama untuk memperk*sa.
All Rights Reserved
#12
sundelbolong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This is not the Past, This is Fantasy World!
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • My Duchess / End
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Prambanan Obsession (END)
  • Hantu Naci Piuu! [END]

Sunyi... Gelap. Dilangit hanya ada sinar putih yang mekar, seperti bulan, entah tak jelas apakah benar-benar bulan. Yang pasti semburan sinarnya menjalar seperti hamparan. Suara teriak ketakutan menggema disana. Disebuah lembah pegunungan yang berkabut emas. "Awas! ada sesuatu yang datang!" "Lari! Lari!" Ratusan orang berhamburan, berlarian, di lembah itu. Beberapa kelompok orang dengan raut kebingungan, akhirnya berhasil bersembunyi kedalam goa. ... "AAARGGHHHHHH..~ AKKHH...!" "JANGAAAN....TOLOOOONG.....TOOLO...OAAAKHH...- "..." Teriakan-teriakan tersebut mendadak mehilang. Mencekam! Suara semburan darah dari tubuh tubuh manusia terdengar bercampur dengan suara angin, berhembus dengan suhu gurun yang dingin, sangat mencekam! Setiap hembusannya kian menusuk adrenalin, diperparah dengan suara-suara aneh dari langit, terdengar layaknya suara lonceng kematian. DARAH BERCECERAN DIMANA MANA... "INI TERLIHAT SEPERTI FILM HOLLYWOOD, TUNGGU DULU INI BUKAN FILM KAN!??" Gumam seorang lelaki yang bersembunyi bersama beberapa orang di goa itu. "Mmm..monster apa itu..?" Sahut seseorang lelaki dengan suara parau dan kaki yang tak berhenti gemetar. "Ssst... pelankan suaramu!" Balas orang disebelahnya. Orang-orang yang bersembunyi, tak berani bersuara. "Satu, dua, tiga... haaah ada empat?? Ehh...?! lima monster...!!" Ada seorang lelaki yang berdiri dengan jarak kira kira 100 meter dari salah satu monster-monster itu. Kuzan. Lelaki ini memiliki sorot mata yang tajam. Alisnya terlihat seperti garis tegas, menunjukkan kesan wajah serius. Ia menatap waspada di sekitar lembah gelap yang diwarnai ceceran merah darah. Saat ini ia mencoba menahan fikirannya yang sedang berkecamuk. TENANG...TENANG... BAIKLAH... TETAP FOKUS... Kuzan terdiam dan berfikir keras , menggigit bibirnya. SEHARUSNYA KITA KEMBALI KE ZAMAN PURBA, JIKA INI BUKAN BUMI ZAMAN PURBA.. TEMPAT 'SIALAN' APA INI...?

More details
WpActionLinkContent Guidelines