KAVI CHANCE ?

KAVI CHANCE ?

  • WpView
    Leituras 50
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, nov 4, 2020
"Maaf" "Telat!" "Iya aku tau" "Nyadar?" "Maafin aku Kaf......" Ucapnya perlahan tak terdengar. "Basi!" Umpatnya dalam hati, lalu pergi meninggalkan seseorang yang sudah menahan air matanya dari tadi agar tidak jatuh. Sedangkan seseorang itupun tertunduk lalu duduk berlutut seraya mengusap matanya yang sudah meneteskan air mata, "Give me chance again!, please......"
Todos os Direitos Reservados
#168
via
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Bahagia & Luka (END)
  • Guard Your Hearts
  • Alkenio
  • The Beauty Inside(Complete)
  • Shafael's
  • Masa SMA [Completed]
  • Hai masa lalu.
  • PLAYER
  • AFIKA [ END✔ ]

HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA! [Siapin tissue sebelum baca!] "Denger Shania, gue nggak pernah mengharapkan pertunangan ini. Ngerti?!" ucap Bara dengan penuh penekanan. Shania adalah sosok gadis cantik dengan hati lembut yang penuh kesabaran. Tetapi, tetap saja setiap orang pasti memiliki batas kesabarannya masing-masing. Shania bukanlah gadis yang beruntung karena memiliki kekayaan serta keinginannya yang selalu terpenuhi. Dia juga memiliki beban hidup yang sangat berat seperti manusia lainnya. Dia memiliki penyakit jantung. Shania membiarkan air matanya yang mengalir. "Gue minta maaf kalo selama ini gue cuma ngerepotin lo dengan penyakit gue ini. Bara, gue janji nggak akan nyusahin lo lagi. Gue sayang sama lo. Beri gue kesempatan buat memperbaiki semuanya, gue bakal berusaha sekuat tenaga buat sembuh biar lo bisa nerima gue. Jadi, tolong tunggu sampe waktu itu tiba. Gue mohon.." "Gue nggak peduli sama kesembuhan lo. Seandainya aja lo nggak pernah ada di kehidupan gue, pasti semua bakal baik-baik aja. Hahh miris, kenapa gue harus ditakdirin sama lo?" seru Bara. Bara adalah teman masa kecil Shania. Gadis itu sangat menyukainya. Dulu Bara tidak pernah bersikap kasar padanya, namun kini keadaan sudah berubah. Dan apa sebenarnya alasan Bara melakukan itu? Hingga kemudian Arkan datang di kehidupan Shania. Dia adalah sahabat Bara. Dia yang selalu menghibur Shania setiap kali gadis itu sedih. "Jangan terlalu mengemis cinta, ingat kita itu punya harga diri. Dan cewek itu kodratnya dikejar, bukan mengejar!" ujar Arkan pada Shania. Seiring berjalannya waktu, Shania mulai membenci Bara. Tapi bagaimana jika orang yang ia benci itulah yang justru menjadi malaikat penolongnya? Lalu apa kabar dengan hati Arkan yang mulai menyukai Shania? "Gue percaya. Gue terlahir untuk menikmati bahagia dan luka." #Shania. [Terinspirasi dari drakor Extra Ordinary You. Pencinta Drakor pasti tahu wkwk.]

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo