Memendam Rasa

Memendam Rasa

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 23, 2019
Keyra Ar-Rasyid Rasa ini semakin kuat menancap dalam hatiku, entah aku tak mengerti apa yang terjadi dengan detak jantungku ini yang semakin lama terdengar keras melihatnya bergurau dengan teman-temannya. Lathif Kenan Adhitama Apakah dia mau menerimaku jika aku menyatakan rasa ketertarikanku padanya? Ahh, aku tau pasti dia menolakku. Jelaslah cewek secerdas dia apa mungkin mau pacaran dengan aku seorang yang biasa saja jauh dari standar cowok yang pantas untuk dia ditambah pula dia kan termasuk cewek alim. "Bila rasa cinta sudah tumbuh dihati seseorang, siapa yang dapat melenyapkannya. Tidak ada yang bisa kecuali Allah SWT" Selamat Membaca Kawan.
All Rights Reserved
#547
kasihsayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • War Of Hormones
  • KENLA
  • KAMU ITU CINTA (Tersedia Versi Cetak)
  • Bintang Dilangit Senja
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Belatedly Love You 1 & 2
  • Arsyilazka
  • Prilly, I love you! | END

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines