Di tengah hamparan hijau perkebunan teh di era 1930-an, sebuah takdir mempertemukan Rusmini, putri mandor yang terikat pada tradisi, dengan Kusno, seorang buruh gigih yang berani bermimpi. Di antara bisikan angin dan aroma teh, benih cinta mereka bersemi, menantang jurang status sosial yang memisahkan. Namun, "atas nama bakti" dan kekangan zaman, Rusmini dipaksa melepaskan cinta pertamanya dan menerima perjodohan dengan Rusdi, seorang pemuda baik hati yang menjanjikan masa depan yang stabil. Sementara Rusmini mencoba berdamai dengan takdirnya yang baru, Kusno pun harus menata kembali hatinya di perantauan yang jauh. Ketika gejolak zaman dan takdir kembali bermain-main, Rusmini dihadapkan pada serangkaian kehilangan yang menguji batas kekuatannya. Akankah ia menemukan kembali cinta yang pernah ia lepaskan? Atau akankah ia menyadari bahwa "atas nama cinta" terkadang berarti melepaskan, berdamai, dan menemukan makna kebahagiaan dalam bentuk yang tak pernah terduga?
More details