TANZEN - ALFREDA FEMLEE

TANZEN - ALFREDA FEMLEE

  • WpView
    LECTURES 150
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., mars 6, 2021
Negeri Amihanan, sebuah negeri dibagian utara Negeri Amon. Negeri tersebut memiliki rakyat yang cukup makmur dan sejahtera. Dan disana terdapat gadis setengah berdarah biru, "Alfreda femlee". Dia adalah seorang ilmuwan obat-obatan, bakat itu menurun dari ibunya "Agatha Femlee". Dahulu ibunya adalah seorang profesor sekaligus menyandang gelar doktor dari Kerajaan Amihanan. Ibu dari Alfreda berhenti menjadi seorang profesor/doktor kerajaan karena ia merasa putrinya kelak pantas untuk menggantikan posisinya. "Alfreda, kamu kelak akan menggantikan ibu sebagai seorang profesor kerajaan Amihanan, ibu sudah tidak muda lagi nak. Kedudukan profesor dalam keluarga bangsawan sangat berpengaruh pada kehidupan bangsawan, ibu berharap kepada mu Alfreda." Itu lah yang ibu ucapkan pada Alfreda saat dia berumur 15 tahun. Dan sekarang, Alfreda sudah cukup umur untuk menyandang gelar profesor bangsawan. Namun suatu hari, kerajaan Amon memintanya untuk menghadiri pesta perjamuan, tetapi ada suatu hal yang terjadi sehingga membuat dirinya bingung pada perasaannya sendiri. "Siapa dia? Dia sangat rupawan dan berwibawa".
Tous Droits Réservés
#8
dansa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • KALANA
  • Antara Aku Dan Negara
  • my children but, not my child (END)
  • HEART FOR NAYLA (TERBIT CETAK)
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • DIFFERENT TRUST (COMPLETED)✓
  • Luka dan Obatnya
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • End & Wait  (Revisi)
KALANA

"Dokter anak tapi tak kunjung punya anak, apalagi usia yang sudah menginjak angka tiga puluhan, mungkin takdirmu hanya sebagai penyelamat bukan sebagai seorang yang menimang." "Gelarmu boleh indah di belakang nama, tapi sayang gelar tertinggi sebagai seorang wanita yang di panggil Ibunda tidak bisa kamu rasakan." Kalimat tersebut seringkali di lontarkan untuk Alana Kalingga Dharmawan, seorang Pediatric istri seorang Mayor Kalingga Dharmawan yang hingga sekarang belum di karuniai buah hati, sakit hati? Jangan di tanya, tentu saja menyakitkan mendengar cemoohan orang tentang dia yang tidak sempurna menjadi seorang wanita. Tapi siapa yang meminta duka, Alana pun tidak ingin kehilangan kedua bayinya di dalam kandungan, namun dia bisa apa? Saat takdir sudah menggariskan, tidak peduli siapa dirinya, tidak peduli siapa suaminya, semuanya tidak bisa menolak. Bukan hanya dunia yang menghakimi Alana, Kalingga, seorang yang seharusnya menjadi penopang rapuhnya Aruna pun melakukan hal yang sama, keduanya berduka hingga jarak lebar terbentang dalam pernikahan yang lambat laun terasa hambar dan tidak ada artinya. Pernikahan indah yang di bangun berdasarkan perjodohan dan di perkuat dengan hadirnya buah hati yang membawa cinta kembali redup setelah dua kali Alana keguguran. Semuanya semakin menjadi, jarak dan batas yang semakin tercipta saat hadirnya cinta masalalu yang membawa bayang kesempurnaan di hidup Kalingga. KALANA, kisah Kalingga dan Alana yang harus berakhir atau memulai semuanya dari awal kembali?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu