Di kehidupan sebelumnya, Aria adalah tangan kanan CEO yang paling ditakuti. Di kehidupan ini, dia hanyalah bidak catur yang siap dibuang.
Mengetahui akhir hidupnya akan berakhir di hunus pedang, Aria memilih untuk mendekati sang predator tertinggi Putra Mahkota yang haus darah. Tanpa sihir atau pedang, Aria menaklukkan istana hanya dengan kecerdasan dan manipulasi kata. Dia tidak hanya mengubah alur cerita, dia memaksa sang calon kaisar bertekuk lutut di bawah perintahnya.