Warna dari Jingga

Warna dari Jingga

  • WpView
    LECTURAS 38
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 20, 2019
Tanpa Jingga, Langit sebatas kanvas tak bertema Bagi Jingga, segalanya tentang Langit adalah keajaiban tak terkira Lewat tawa, Jingga kenalkan Langit tentang bahagia Lewat aksara, Langit suguhkan Jingga teka-teki semesta Jingga itu sederhana dalam memaknai kehidupan yang fana Langit itu rumit dalam kata yang selalu bermakna sulit Semesta menjadi saksi bisu dalam permainan takdir yang mempertemukan dua insan berbeda paham. Ini hanyalah kisah sederhana yang melibatkan kata. Semoga berminat untuk larut dalam bait-bait sajak yang bertajuk pilu. Juga tawa yang bermakna dalam. Selamat membaca!
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • SENJA DI PERSIMPANGAN DUA JALAN
  • Semesta
  • TENTANG LANGIT (TAHAP REVISI)
  • Peta Langit
  • Jendela Rasa ✔
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Langit Dan Awan
  • Langit Berwarna Jingga
  • SENJA JINGGA

Senja Jakarta melukis langit dengan gradasi jingga dan ungu, sama absurdnya dengan perasaan Bulan saat ini. Di satu sisi, ada Saka. Lelaki dengan teduh seperti rembulan-ironis, mengingat namanya-selalu bisa membuatnya merasa aman, layaknya pulang ke rumah setelah seharian mengembara. Saka menawarkan ketenangan, percakapan mendalam tentang semesta dan seisinya, dan senyum yang mampu meluluhkan perlindungan Bulan tanpa perlu kata-kata. Di sisi lain, hadir Bara. Ibarat api yang membara-lagi-lagi ironis-hidupnya penuh kejutan dan adrenalin. Bersama Bara, Bulan merasakan hidup dalam film aksi tanpa akhir, penuh tawa riuh, spontanitas yang memacu jantung, dan mewujudkan mata yang menjanjikan petualangan tak terduga. Bulan menghela nafas di balkon apartemennya, aroma kopi Robusta bercampur dengan polusi kota. Dua hati menawarkan dunia yang berbeda, namun keduanya terasa begitu nyata dan memikat. Bukan sekedar suka, Bulan bisa merasakan getaran yang unik dari masing-masingnya. Saka dengan kelembutannya yang menenangkan, Bara dengan energinya yang membakar. Bagaimana mungkin ia harus memilih satu, ketika keduanya menawarkan kepingan yang hilang dalam dirinya? Kebimbangan ini bagai simfoni yang indah namun memekakkan, sebuah melodi rumit yang memaksa Bulan untuk menari di antara dua irama yang berbeda. Keputusan ini bukan tentang siapa yang lebih baik, tapi tentang hati mana yang benar-benar beresonansi dengan melodi jiwa. Dan saat ini, Bulan belum bisa mendengar jawabannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido