PELITA
  • WpView
    Reads 271
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Hay Satria?" Ucap Citra teman satu kelas Satria, lalu dia memberikan senyuman termanisnya. "Gak usah so manis! Jijik gua liatnya!" Jawab Satria Sinis tanpa menoleh sedikit pun ke arah Citra, satria terus saja fokus berjalan dengan kedua temannya. Jlebb! Sakit bukan? Tentu saja Hahah. "Gila lo Sat! Manis banget loh dia" Ucap Ubay seraya menyenggol lengan Satria. "Lo suka? Ambil!" Ucap Satria enteng. "Yakin lo gak suka sat? dia cewe paling cantik di sekolahan ini loh" Tanya Bobi menggoda Satria. "Gak Penting!" Ucap Satria datar. "Hahahah" Ubay dan Bobi pun tertawa.
All Rights Reserved
#170
hancur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Adka Is BABY [FemDom]
  • Stay (Away)
  • RACHA
  • DYSATRIA [End]
  • AlAz  (end)
  • ALNI
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Love Story
  • [✅] Pernikahan Kontrak | Bakugou Katsuki x Readers | Adult AU
  • BarraKilla

ᴄʜɪʟᴅɪsʜ ʙᴏʏ sᴛᴏʀʏ 𝟸 Adka Frederick itu : -Manja -Cengeng -Pintar -Ceria -Sok keras -Lucu dan tampan -Bayik gede! Sebaliknya Natasyan Karla itu : -Dominan -Keren -Mandiri -Pintar -Cantik -Suka jahilin Adka! __________ "Karla~ aku pinjam bahunya sebentar~" Adka merengek manja, matanya luyu dan beberapa kali mengedip. "Buat apa?" Adka tersenyum manis walau dengan mata yang sudah mengantuk. "Aku kepengen bobok... boleh ya?" Matanya memelas. Karla menggelengkan kepalanya tanda tak mengizinkan. "Ngg... Kenapa?" Karla hanya diam tanpa menjawab. Ia menampilkan wajah datar dan menyeramkan. Membuat lelaki di sampingnya itu menciut. "Karla, aku ngantuk tau!" Sedih banget dirinya di tolak begini. "Kamu bisa sandaran di bahu mami Ila." "Gak mau!" "Yasudah, jangan bobok kalo gitu." "Karla~" "Naon sih?" "Sandaran yaa? Boleh kan? Boleh dong!" Lelaki itu segera memeluk bahu sempit milik Karla dan bersandar di sana sembari memejamkan mata. "Apa sih peluk-peluk gini? Sesek tau!" "Bodo amat, tau! Adka tuh mau bobok! Karla diem aja deh." Pada akhirnya Karla hanya bisa pasrah. Punya pacar manja sok keras kayak Adka memang melelahkan, namun sikapnya itu lah yang membuat Karla nyaman dan ingin menjahili Adka terus-menerus. Eh, gimana ya kalo Adka di jahilin dengan embel-embel kata putus? Seru deh pasti!

More details
WpActionLinkContent Guidelines