Story cover for MONOKROM  by Hamasahlillah
MONOKROM
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 24, 2019
****
Gelap,
dingin,
kaku tak tersentuh
hatinya beku
 Ia rindu sosok keluarganya yang dulu
hidupnya terlalu monoton.  siang menjadi malam dan malampun menjadi siang, waktu terus saja berlalu tanpa mau memberi sedikit saja goresan warna kenangan manis, tanpa mau mengembalikan kebahagiaan yang dulu pernah ia rasakan. ini terlalu membosankan untuk dijalani. bagaikan warna yang hanya menghadirkan hitam dan putih saja, bahkan hitam pekat lebih dominan. tanpa mau menambahnya dengan merah, hijau,  kuning, biru,  ungu atau yang lainnya. seperti hidup yang selalu dipenuhi problematika dan dengan liciknya dunia tidak mau berbagi sedikit saja kebahagiaan.  Disaat aku tengah berada dititik terendah,  kemana semuanya? teman-temanku? Seseorang yang selalu membuatku nyaman? bahkan kedua orangtua ku? tak ada yang perduli.  aku benci dengan dunia yang penuh kebohongan ini.  aku benci dengan kerapuhanku ini. andai suatu saat tuhan menghadirkan sosok pangeran berkuda yang berbaik hati membangunkanku dari tidur panjang,  dari sebuah kesengsaraan hati. mungkin kan kutemukan lagi puzzle-puzzle kebahagiaan yang telah lama hilang.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add MONOKROM to your library and receive updates
or
#73anakmuda
Content Guidelines
You may also like
Become an Extra or Main Character [END] by abcde_zzZZ
36 parts Complete
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
Dia Dialeka [COMPLETED] by Deanaklasik
37 parts Complete
Kadang mencintai dalam diam itu sangat menyenangkan, dimana hanya kamu dan hatimu yang merasakan detakan jantungnya, dan kadang semesta memberi kita ruang hanya untuk sesekali memandanginya. Akan tetapi bagaimana bila ternyata selama ini dia pun mencintaimun dalam diam, layaknya kamu yang mencintainya dalam diam. Dia adalah Dialeka yang sampai kapanku akan jadi cinta sejatiku. Nama Tokoh : -Januar Damara Argani -Rinanda Dialeka syahida -Arga Wira Prasyahdam -Agatha Maura syadila astumy - Nabila Hinda ( Nada ) -Jonathan Ethan Samuel - Gabriel Mosha Immanuel Cover by Nanda Puspita Sari... [COMPLETED] SINOFSIS ALASKA Suara bergema, mengusik tidur panjangnya. Pelupuk mata gadis itu perlahan mulai terbuka, bola matanya tetap indah walau memancarkan tanya. Rintihan hatinya mulai menyayat, semakin mempertanyakan akan tentang segalanya!!! Membawa setiap goresan waktu bak mimpi buruk! Menuai rindu yang berkecamuk. Lalu apa maksud dari semesta atas hadirnya Fahrie Alando Dirgantara, cowok tengil, periang dan berambisi yang selalu mengusik hidupnya. Mengapa tuhan mempermainkan hati keduanya??? Sehingga menuai luka baru setelah semua kenangan tentang cinta pertamanya kembali ia ingat! Mengapa tuhan merengut jiwanya disaat hati ini kembali hangat? Mengapa semuanya semakin rumit saat sang adik pergi meninggalkan dia? Mengapa tuhan mentakdirkan dua insan sahabat untuk sehidup semati?? Sebut saja gadis itu Dialeka, cinta pertama Januar Damara Argani... Penasaran?? Cuss baca aja, Cover By Nanda Puspita Sari.
You may also like
Slide 1 of 10
Memories in Moon cover
Become an Extra or Main Character [END] cover
ROMANCE FROM HIGH SCHOOL cover
I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon cover
Hujan dan Pembencinya cover
Dia Dialeka [COMPLETED] cover
Bulan [On Going] cover
Satu Bait Tentang Hidup cover
Memorable cover
Rasa Tanpa Kata cover

Memories in Moon

13 parts Complete

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?