We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MONOKROM

MONOKROM

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 24, 2019
WpInfo
Fiction
Social Themes
**** Gelap, dingin, kaku tak tersentuh hatinya beku Ia rindu sosok keluarganya yang dulu hidupnya terlalu monoton. siang menjadi malam dan malampun menjadi siang, waktu terus saja berlalu tanpa mau memberi sedikit saja goresan warna kenangan manis, tanpa mau mengembalikan kebahagiaan yang dulu pernah ia rasakan. ini terlalu membosankan untuk dijalani. bagaikan warna yang hanya menghadirkan hitam dan putih saja, bahkan hitam pekat lebih dominan. tanpa mau menambahnya dengan merah, hijau, kuning, biru, ungu atau yang lainnya. seperti hidup yang selalu dipenuhi problematika dan dengan liciknya dunia tidak mau berbagi sedikit saja kebahagiaan. Disaat aku tengah berada dititik terendah, kemana semuanya? teman-temanku? Seseorang yang selalu membuatku nyaman? bahkan kedua orangtua ku? tak ada yang perduli. aku benci dengan dunia yang penuh kebohongan ini. aku benci dengan kerapuhanku ini. andai suatu saat tuhan menghadirkan sosok pangeran berkuda yang berbaik hati membangunkanku dari tidur panjang, dari sebuah kesengsaraan hati. mungkin kan kutemukan lagi puzzle-puzzle kebahagiaan yang telah lama hilang.
All Rights Reserved
#387
anakmuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Memorable
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Rasa Tanpa Kata
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Memories in Moon
  • Dia Dialeka [COMPLETED]

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines