Topeng

Topeng

  • WpView
    Reads 1,997
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 28, 2021
Dulunya aku heran pada mereka yang memilih untuk melabuhkan belasan tahun pendidikan mereka di tempat seperti ini. Bau obat, rumor mengerikan, dan dinginnya ruangan yang membuat menggigil. Aku membenci ruangan ini. Kali pertama aku menginjakkan kaki di rumah sakit sebagai pasien. Hanya karena kecerobohan kecil yang kulakukan di masa kecil? Tidak heran kenapa banyak orang merutuki tempat ini. Kabarnya besok ada beberapa tes lagi yang aku jalani, kemarin sudah USG dan Rontgen, entah apa lagi nama tesnya besok. Sebelum ke sini, aku diduga menderita Anemia Aplastik. Besok adalah tes untuk menentukan apakah dugaan itu benar atau tidak. Ah, persetan! Hanya ada dua hasil akhir jika sudah di rumah sakit, meninggal dengan kebebasan atau hidup dengan kekangan. Aku sebegitunya membenci rumah sakit, tapi kenapa tiba-tiba aku malah ingin menjadi seorang dokter? Hal bodoh seperti apa yang membuat inti dari cerita ini menjadi aku dengan usahaku mengejar mimpi menjadi seorang dokter? >>>> Sebelum babnya aku up, aku bakal kasih judul sub-babnya doang. Jadi ya agak nggak penting, si. Gausah baca nggak papa juga sebenarnya. Hahahah Kali aja kalian penasaran, gitu. Aku juga bakal nambahin quote yang ada di bab tersebut. Hehe ><
All Rights Reserved
#236
imajinasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Admire Or Love
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Heart & Vein END
  • Jurnal Dokter Muda
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Doctor Lovers
  • Married For Stimulate
  • Membawa Lari Sang Bidadari
  • 𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ]

Berpendidikan tinggi tak menjamin seseorang mengetahui segalanya. Pasti ada satu hal yang tidak di ketahui. Contohnya aku. Aku yang tak mengerti sama sekali tentang permasalahan hati. Katakan saja aku ini gadis bodoh. Memang aku ini bodoh. Bodoh dalam hal asmara. Bodoh dalam hal hati. Tak mengerti letak rasa kagum, suka, sayang dan cinta. Hanya karena tak mengenal arti ke-empat rasa itu, aku membuat hati sesorang patah. Memang tak parah. Tapi tetap saja aku sudah menggoreskan luka di hati seseorang. Kisahku bermula saat mengenal dua remaja laki-laki yang berbeda karakter. Aku dekat dengan keduanya, tapi rasa yang ku rasakan di setiap remaja laki-laki itu berbeda. Dan aku tak tahu apa maksud rasaku itu? Mau bertanya pada sahabatku atau orang yang telah berpengalaman? Jujur saja aku malu. Karena aku selalu masa bodo tentang laki-laki di depan mereka, padahal dalam hati kecilku, aku sangat antusias. Mau tak mau aku cari tahu sendiri, hingga aku sadar dimana rasaku berada? Hatiku ini memilih siapa? Dan saat aku sudah sadar, semuanya telah terlambat. Terlambat menyadari rasaku sendiri. Gimana pas baca deskripsinya? Ada rasa-rasa penasaran? Kalo ada jangan lupa tambahin cerita ini ke readinglist kalian ok;) Baca+vote+komennya di tunggulho❤️. Happy Reading🎉.

More details
WpActionLinkContent Guidelines