Story cover for Topeng by RiakTemu
Topeng
  • WpView
    Reads 1,995
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 1,995
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 24, 2019
Dulunya aku heran pada mereka yang memilih untuk melabuhkan belasan tahun pendidikan mereka di tempat seperti ini. Bau obat, rumor mengerikan, dan dinginnya ruangan yang membuat menggigil.

Aku membenci ruangan ini. Kali pertama aku menginjakkan kaki di rumah sakit sebagai pasien. Hanya karena kecerobohan kecil yang kulakukan di masa kecil? Tidak heran kenapa banyak orang merutuki tempat ini.

Kabarnya besok ada beberapa tes lagi yang aku jalani, kemarin sudah USG dan Rontgen, entah apa lagi nama tesnya  besok. Sebelum ke sini, aku diduga menderita Anemia Aplastik. Besok adalah tes untuk menentukan apakah dugaan itu benar atau tidak. Ah, persetan!

Hanya ada dua hasil akhir jika sudah di rumah sakit, meninggal dengan kebebasan atau hidup dengan kekangan.

Aku sebegitunya membenci rumah sakit, tapi kenapa tiba-tiba aku malah ingin menjadi seorang dokter? Hal bodoh seperti apa yang membuat inti dari cerita ini menjadi aku dengan usahaku mengejar mimpi menjadi seorang dokter?


>>>>

Sebelum babnya aku up, aku bakal kasih judul sub-babnya doang. Jadi ya agak nggak penting, si. Gausah baca nggak papa juga sebenarnya. Hahahah 

Kali aja kalian penasaran, gitu. Aku juga bakal nambahin quote yang ada di bab tersebut. Hehe ><
All Rights Reserved
Sign up to add Topeng to your library and receive updates
or
#213imajinasi
Content Guidelines
You may also like
ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI by lolasilaban
40 parts Complete
Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.
Membawa Lari Sang Bidadari by Yuki1_Lucianne
4 parts Complete
🦋Ada yang berbeda dari dunia yang baru kupijaki setelah sekian lama terbaring di rumah sakit. Tempat yang asing, kamar yang asing, hawa udara yang aneh dan juga sesosok pemuda baik hati yang mengaku sebagai suamiku yang terlihat begitu asing dalam ingatan. 🦋Ia dan para Dokter mengatakan bahwa aku amnesia dan aku harus belajar menerima kehidupan asingku yang membingungkan. 🦋Lalu sekelabat memori mencuat di benakku bak gunung berapi yang telah lama terpendam di dasar laut. Aku ingat Bapakku yang penjudi dan pemabuk serta Ibuku yang seorang biduan saweran. Aku ingat gubug reot kami, sekolahku yang bertingkat, dan hawa sejuk desa yang segar. Namun tak sedikitpun aku ingat tentang pemuda tampan yang mengaku sebagai suamiku itu, aku hanya ingat ia pernah satu sekolah denganku. Namun, pria baik ini tak bisa menerima keadaanku, ia menjadi begitu posesif, mengekang dan menjadi kasar jika aku terus mencari tahu akan ingatan-ingatanku. Lalu sebenarnya siapakah aku? Dan sebenarnya dia siapa? 🦋Perlahan, keterpaksaan hidup dengan pria yang mengaku suamiku membuatku akhirnya takluk dan jatuh hati padanya. Namun disaat bersamaan aku dihadapkan pada kenyataan di masa lalu tentang jati diriku dan tentang kehidupanku yang sebenarnya. Apa yang harus kupilih dan kulakukan setelah mengetahui semua kenyataan ini? 🦋Kamu tidak tau kapan kamu akan jatuh cinta bahkan pada orang yang tidak kamu ingat sama sekali. 🦋Cinta dan luka adalah satu paket. Tergantung dari apa yang kita ingin rasakan dahulu. So ... Inilah kehidupan By Endang Wardani.
𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ] by SriWahyuni369717
7 parts Ongoing
~ Fiksi ilmiah~ Romance Phychologychal~Bildungsroman~ 🚫 TENTANG INTERGENERATIOL TRAUMA 🚫 Dan gerbang yang menghubungkan dua lokasi di dimensi yang berbeda. ⛔ MENGANDUNG UNSUR TOXIC! BIJAKLAH DALAM MEMBACA! ⛔ ● scifi ini diselipi pengetahuan random tentang fisika kuantum, nuklir, botani, biologi molekuler, mental health, medical, sains random lainnya● Ketika order dan choas bersatu. Ketika keteraturan dan ketidak teraturan dalam dimensi kuantum abu-abu. Mampukah hati nurani memilih? Cerita tentang luka antar generasi dari tiga sahabat yang terjalin sejak kecil. Erlangga, Anindira dan Raina. Dan orang-orang yang mengalami hidden wound akibat pola pengasuhan toxic. Erlangga , tidak ingin seperti ayahnya yang mengkhianati ibunya. Namun ternyata Sharla mengguncang hatinya. Raina, tak pernah ingin jatuh cinta karena tak ingin menjadi budak cinta seperti mamanya. Namun Erlangga sejak kecil menawan hatinya. Sampai kapan ia ingkar sedang rasa itu kian membelukar? Di sisi lain ada Anindira yang selalu dituntut untuk sempurna. Sama seperti Risa sahabat Erlangga. Ada pula Dewa, sepupu Erlangga, seorang ilmuwan dan Sharla yang berada dalam dimensi kuantum abu-abu. Mampukah mereka membuka hati dan mata? Bahwa mereka bukan hanya saling distrak semata? Di sisi lain, Haidar. Kakak Erlangga, menganggap perselingkuhannya dengan Rosmery biasa saja. Hingga kematian misterius Rosmery membawanya terjebak dalam labirin misteri tiada henti. Benarkah Haidar saksi kunci? Atau justru pembun*h Rosmery? Haidar yang dianggap berdelusi saat mengatakan berteman dengan mutan. Dan mengetahui portal ke dimensi lain di kebun eyangnya. Gerbang yang menghubungkan dua lokasi di dimensi yang berbeda. Petualangan mengungkap misteri kematian Rosmery, di balik intrik politik negeri ini. Mari, yang ingin cerita berbeda, sarat ilmiah dan enigma. 🚫Dilarang keras mengambil/memodifikasi/ memublikasikan sebagian/seluruh isi adegan, narasi, plot, alur, dalam bentuk apapun
You may also like
Slide 1 of 9
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Jurnal Dokter Muda cover
5 Criteria To Be My Boyfriend cover
May I Love You? cover
ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI cover
Story Of School  cover
(COMPLETE) UAJC Tiara Baron ( Untuk Apa Jatuh Cinta ) cover
Membawa Lari Sang Bidadari cover
𝔼𝕊𝕋𝔸𝔽𝔼𝕋 𝕋☠️𝕏𝕀ℂ [ Re-up. New version ] cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 parts Ongoing

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."