Topeng

Topeng

  • WpView
    Reads 2,000
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 28, 2021
Dulunya aku heran pada mereka yang memilih untuk melabuhkan belasan tahun pendidikan mereka di tempat seperti ini. Bau obat, rumor mengerikan, dan dinginnya ruangan yang membuat menggigil. Aku membenci ruangan ini. Kali pertama aku menginjakkan kaki di rumah sakit sebagai pasien. Hanya karena kecerobohan kecil yang kulakukan di masa kecil? Tidak heran kenapa banyak orang merutuki tempat ini. Kabarnya besok ada beberapa tes lagi yang aku jalani, kemarin sudah USG dan Rontgen, entah apa lagi nama tesnya besok. Sebelum ke sini, aku diduga menderita Anemia Aplastik. Besok adalah tes untuk menentukan apakah dugaan itu benar atau tidak. Ah, persetan! Hanya ada dua hasil akhir jika sudah di rumah sakit, meninggal dengan kebebasan atau hidup dengan kekangan. Aku sebegitunya membenci rumah sakit, tapi kenapa tiba-tiba aku malah ingin menjadi seorang dokter? Hal bodoh seperti apa yang membuat inti dari cerita ini menjadi aku dengan usahaku mengejar mimpi menjadi seorang dokter? >>>> Sebelum babnya aku up, aku bakal kasih judul sub-babnya doang. Jadi ya agak nggak penting, si. Gausah baca nggak papa juga sebenarnya. Hahahah Kali aja kalian penasaran, gitu. Aku juga bakal nambahin quote yang ada di bab tersebut. Hehe ><
All Rights Reserved
#683
adikkakak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • (COMPLETE) UAJC Tiara Baron ( Untuk Apa Jatuh Cinta )
  • Rasa Dalam Sujudku
  • May I Love You?
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Regards, Natashira (END)
  • Doctor Lovers
  • Story Of School
  • Membawa Lari Sang Bidadari
  • Heart & Vein END

___oOo___ Nama gue Anindya, kalian boleh manggil gue Anin. Di usia gue yang ke 20 tahun, orang tua gue memutuskan untuk menjodohkan gue dengan anak teman mereka yang bernama Aqil. Gue enggak ngerti kenapa gue dinikahin secepat itu, atau mungkin selama ini gue telah banyak membuat mereka kerepotan? Tentu saja gue menolak, gue enggak kenal sama dia. Dan gue masih belum mau diikat dengan pernikahan. Ada pendidikan yang gue kejar mati-matian. Gue masih punya cita-cita yang tinggi.Tapi gue enggak berdaya di hadapan mama dan papa. Mau tak mau gue mengikuti kemauan mereka untuk menikah. Sama seperti rumah tangga pada umunya, ada banyak kesulitan yang harus kami lalui. Mulai dari di awal pernikahan yang penuh dengan rasa tegang dan kecanggungan, keraguan dan rasa takut. Semua ini sukses membuat kepala gue hampir pecah. Gue udah dipusingin sama tugas yang seperti bebatuan sungai, makin dibuat pusing dengan urusan suami dan tetek bengek rumah tangga sebagaimana ibu rumah tangga di luar sana. Dulu, gue sering bilang sama temen gue, kalau nikah Jadi mahasiswi sekaligus Istri itu berat! Dan ... benar. Kalian enggak akan kuat. Biar gue aja. ___oOo___ #1 dalam sastra wanita Tersedia di KBM, versi KBM beda ya gaes dengan versi wattpad, bedanya di sana lebih detail sebab ada banyak tambahan narasinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines