Story cover for Aldebran by bellanvthi
Aldebran
  • WpView
    Reads 4,284
  • WpVote
    Votes 425
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 4,284
  • WpVote
    Votes 425
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Apr 24, 2019
"Lo mau gak jadi pacar gue?" Lanjut cowok tersebut.

"Gu.." belum sempat Leta menjawab pernyataan dan pertayaan yang diberikan cowok yang diketahuinya bernama Dito itu, Leta merasakan sebuah lengan merangkul bahunya erat.

"Punya apa lo berani nembak Leta?" Tanya cowok pemilik lengan yang merangkul Leta sambil terus memberikan tatapan tajam dan mengintimidasi kepada Dito.

"Tapi gue serius sama dia" balas Dito.

"Dan Leta gak butuh keseriusan lo" ucap cowok tadi tajam, kemudian menarik Leta pergi meninggalkan taman belakang sekolah. Sedangkan Leta sendiri mendengus jengah dengan perilaku cowok di sampingnya ini.

"Sampai kapan sih lo bersikap kayak gini?" tanya Leta jengah.

"Gue cuman mau ngelindungin lo dari cowok-cowok brengsek itu."

"Tapi gak semua cowok brengsek 'kan?"

"Leta gue ingetin ya, semua cowok gak ada yang gak brengsek. Jika sekarang mereka bersikap baik, bukan berarti dia akan bersikap baik selamanya."

"Termasuk lo?"

"Termasuk gue. Akan ada saatnya dimana seorang cowok bersikap seperti pria brengsek sejati."




!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Warning!! Akan banyak kata-kata kasar yang akan muncul dicerita ini untuk menambah rasa cerita. Harap bisa bijak dalam membaca.
All Rights Reserved
Sign up to add Aldebran to your library and receive updates
or
#543solidaritas
Content Guidelines
You may also like
GHAVARI  by alghisty_
10 parts Ongoing
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
You may also like
Slide 1 of 10
ANELKA CALVARY cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
GHAVARI  cover
Destiny said. {BERSAMBUNG} cover
RIAREZ : dendam dalam cinta (END) cover
Bad Girl VS Bad Boy {END}  cover
Sweet Combat cover
SamLova [Terbit] cover
Still You (Completed) cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover

ANELKA CALVARY

18 parts Complete

"Betah banget tu tangan di pegang ketos songong itu" "Maksudnya lo" "Lo milik gue Dis, gak ada orang yang boleh nyentuh lo" "Lepasin gue" "Gak sebelum lo , bilang lo mau jadi pacar gue" "Anelka lo gila ya" Orang yang menarik tangan Disa paksa itu adalah Anelka. "Gue gila karena elo" "Pergi gue , gue gak akan jadi pacar lo" "Mau kita buktikan" Belum sempat menjawab Anelka telah lebih dahulu melumat bibir Disa. Bukan nya menolak Disa malah seakan mengikuti permaian Anelka. "Gue kenapa, kok gue nerima perlakuan dia" Batin Disa berkecamuk" Sesaat kemudian Anelka melepaskan pangutan mereka berdua. "Katanya gak suka, kenapa gak nolak" Ucap Anelka dengan smrikannya. "Sekarang lo milik gue, pulang gue anter masalah motor lo biar gue yang urus" Baru saja Disa hendak membantah. "Gue gak Terima penolakan." Anelka meninggalkan Disa di sudut ruangan itu. "Shit, ada apa sama gue, apa iya gue suka sama Anelka? Ahh gak mungkin! " Batin Disa.