Story cover for Bunga Terdampar  by titin_kartkart2
Bunga Terdampar
  • WpView
    LECTURI 114
  • WpVote
    Voturi 26
  • WpPart
    Capitole 5
  • WpView
    LECTURI 114
  • WpVote
    Voturi 26
  • WpPart
    Capitole 5
În curs de desfăşurare, Prima publicare apr 24, 2019
Aku adalah bunga. Terdampar di antara bunga lain yang wanginya melebihi diriku.
Aku tampak kecil di antara mereka. Tuhan mengajariku akan nasib ini. 

Akulah, bunga yang terdampar oleh takdir-Nya.

-Ade Fitri Descrioktari-


~~
follow: Wp:@Titin_kartkart
                     @Titin_kartkart2
             Ig:@Titin_kart
                  @Adefitriadeswita (Tokoh utama)
Toate drepturile rezervate
Înscrieți-vă pentru a adăuga Bunga Terdampar la biblioteca dvs. și primiți actualizări
sau
#104rantau
Linii directoare referitoare la conținut
S-ar putea să-ți placă și
BULAN (END) de iloveyoubyy
34 capitole Complet
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
S-ar putea să-ți placă și
Slide 1 of 10
ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)   cover
My Home [Hujan Series] cover
Angkasa (Forget Me Not)  cover
Mentari Tanpa Sinar cover
Bunga Sadewa (E-book Di Playstore/Playbook) cover
Full Of Scratches cover
LUTTÉ (End) cover
JIWA YANG MATI || COMPLETE   cover
BULAN (END) cover
FAMILY MASA GINI? cover

ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)

56 capitole Complet

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.