Detak, Detik, Dendam

Detak, Detik, Dendam

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 25, 2019
Banyak yang tidak kita ketahui akan rahasia dunia ini. Apa yang ada di depan mata belum tentu ada. Apa yang tak ada di depan mata belum tentu tidak ada. Segudang pertanyaan tidak cukup untuk menggambarkan rumitnya dunia ini. Sesuatu yang kita anggap nyaman, belum tentu senyaman tempat tidur empukmu. Bagaimana kamu bisa menjelaskan hal ini? Semua tergantung perspektif, bagaimana kamu menggambarkan semuanya. Semuanya berdetak. Melewati setiap detik. Dipenuhi dendam. Hanya waktu yang dapat menjawabnya. *** Frieskanisya Rasya Renita, atau sering dipanggil Acha, merasakan sesuatu yang sangat sangat sangat jauh dari yang pernah dipikirkannya. Ya, seorang gadis SMA tentu hanya perlu fokus pada fisika, kimia, biologi, serta matematika saja. Namun, kali ini ia harus memikirkan semuanya bersamaan. Tentangnya, kenangannya, hidupnya, keluarganya, sahabatnya, pelajaran sekolahnya, serta dunianya. Dapatkah Acha melakukan semuanya? Semuanya hanya waktu yang bisa menjawab. Ya, waktu. *** Hai readers & calon readers. Pls enjoy the story:)) Jangan lupa pencet gambar bintangnya:)) Satu pencetan mengalihkan duniaku:))
All Rights Reserved
#13
fiksisains
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Evanescent
  • Makhluk Pasif (Completed)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • in ROOM
  • DERSIK
  • Pain of the Slayer

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines