Story cover for Before We Met by queen_zelie
Before We Met
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 25, 2019
Kisah tentang si gadis introvert yang selalu merasa tidak membutuhkan orang lain dihidupnya. Tiba tiba merasa nyaman dengan kehadiran seseorang yang tidak terduka, berbagai hal telah mereka lalui bersama. Tapi akankah perjalanan hubungan mereka mendapatkan akhir yang baik?
All Rights Reserved
Sign up to add Before We Met to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Erlangga cover
Your'e the Only One cover
Cerita Seorang Pelajar cover
Kenangan Luka cover
The Badboy{on Going} cover
Elegi Hati cover
My Love A Siblings cover
CINTA TERHALANG JARAK, USIA, DAN KEADAAN cover
Antara Mimpi, Cinta, dan Harapan (SELESAI) cover
Permainan Takdir  cover

Erlangga

7 parts Complete

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?