Story cover for ILUSI by aqilah_hisan
ILUSI
  • WpView
    Reads 506
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 16
  • WpView
    Reads 506
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 16
Ongoing, First published Apr 25, 2019
Gelap dan hening. Dua kata itu cukup untuk menggambarkan diriku. Keramaian? Hal yang aku benci. Teman? Sahabat? Makhluk yang pantas aku panggil sahabat hanya Katya. Semua makhluk yang masih bernafas dimuka bumi ini musuhku. Aku tidak butuh teman. Sangat sangat sangat tidak membutuhkan. Keluarga? Aku anggap mereka semua telah mati. Yang aku miliki hanya sahabatku.
   Hitam. Duniaku hitam. Tidak ada warna lain yang pantas untuk menggambarkan duniaku. Bahagia? Aku cukup bahagia bersama sahabatku. Tetapi, Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Hidupku benar benar hitam. Disaat semua pergi, Dia hadir mengubah segalanya. Warna hitam kini tak lagi tergoreskan dihidupku. Warna warna yang tergoreskan kini warna warna indah. Tapi akankah dia terus disini bersamaku? Atau dia hanya singgah memberikan warna warni pelangi, Lalu kembali pergi membuat hujan dan petir terdengar kembali?
All Rights Reserved
Sign up to add ILUSI to your library and receive updates
or
#912ilusi
Content Guidelines
You may also like
save me by SarahMaulida2
13 parts Ongoing
alesa azkiya sanari gadis dingin yang penuh cerita iya memiliki kekasih bernama Ghazala kemal Graham Hidupnya yang penuh luka dan gelap nyaris berwarna semenjak kemal masuk dalam hidup nya Namun tak seindah itu Banyak kejadian yang di luar dugaan nya Bukan hanya percintaan nya, bahkan harga dirinya nyaris hancur "Seperti berjalan di atas bara api, sambil tersenyum" ungkapan yang pas Kiya tetap berusaha hidup meskipun ia merasa tak layak hidup Cukup kejam dunia menghukum nya "Gue tidak ingin hidup seperti ini" ucap kiya Harta jadi penentu, jabatan jadi ukuran, penampilan jadi penilaian "Tanpa uang orang di dunia ini tak akan hidup" kata-kata yang pas untuk zaman sekarang Remaja-remaja jaman sekarang harus berjuang untuk membeli dunia yang di katakan oleh orang tua bahwa dunia itu tempat paling indah dan bahagia Semua di perhitungkan, semua di berikan batasan nya tanpa peduli orang itu kaya atau miskin Terkadang yang paling menakutkan adalah manusia itu sendiri sikap serakah membuat nya murka di lahap dengan nafsu "Didalam hidup jangan pernah mengeluh rasakan saja sakitnya, dia akan sembuh sendiri" Kiya "Minta maaf adalah cara tepat untuk memperbaiki semuanya,namun tidak semua masalah selesai dengan kata maaf" kemal "Apa yg sudah gue suka harus gue dapat, meskipun Harus bertaruh nyawa" Kevin "Mengikhlaskan adalah cara terbaik dalam mencintai walaupun sulit" Rafi "Mencintai sendiri itu tidak menyenangkan, dan menjadi anak broken home bukan lah takdir yang tepat" Hafizah "Kesalahan ku begitu besar hingga aku tak pantas hidup" tulip "Menerima kenyataan dan mengakui kesalahan itu adalah hal paling sulit" Bayu "Berada di posisi seperti ini sangat menyakitkan salah satu pasti akan terluka" Reza Mampir dulu di cerita gue Untuk memahami arti dunia Untuk memahami apa itu cinta Untuk belajar menerima kenyataan Dunia itu sifatnya kejam semua yg pahit terjadi Happy reading Semoga kalian suka
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat by zei_llyn
17 parts Ongoing
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era by RedFlash_Nana
66 parts Ongoing
Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?
Mahligai Sunyi by AetherSerl
28 parts Complete Mature
Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.
You may also like
Slide 1 of 8
Rahasia Boboiboy Gempa  cover
save me cover
Senja Termendung cover
Empty | 00L NCT Dream cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era cover
Mahligai Sunyi cover
Satu Bait Tentang Hidup cover

Rahasia Boboiboy Gempa

35 parts Ongoing

sejak peristiwa itu terjadi semuanya tak sama semua hanya kenyataan pahit. hitam putih tak ada arti kekosongan ini semakin besar. dibenci adalah gambaran yang tersirat dari wajah mereka tetapi darah lebih kental dari pada air kan tetap tetap saja itu hanya sebuah pepatah yang sering didengar apakah itu benar atau tidak ada yang mengetahui nya. andai waktu dapat di putar kembali ku berharap aku saja yang mati. mungkin ini takdir yang harus ku rasakan dibenci oleh saudara sendiri ternyata menyakitkan. huuu jadi apa yang harus ku lakukan aku sendiri membenci diriku sendiri hahahaha sungguh ironis. andai kematian ku bisa menggantikan kematiannya aku rela menukarkan nyawa tak berguna ini. ternyata berbicara sendiri itu lebih menyenangkan dari pada berbicara dengan orang lain yang hanya menyalahkan diri kita. kehidupan dan kematian kata yang sangat misterius karena tidak semua kematian adalah duka dan tidak semua kehidupan itu kebahagiaan. hahahaha saya kaya orang gila berbicara sendiri huuuu tapi mana ada seseorang yang mau berbicara dengan seorang pembunuh seperti hahahaha dunia ini sungguh jenaka hahahah