ILUSI
  • WpView
    Reads 506
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Tagsilusi
Gelap dan hening. Dua kata itu cukup untuk menggambarkan diriku. Keramaian? Hal yang aku benci. Teman? Sahabat? Makhluk yang pantas aku panggil sahabat hanya Katya. Semua makhluk yang masih bernafas dimuka bumi ini musuhku. Aku tidak butuh teman. Sangat sangat sangat tidak membutuhkan. Keluarga? Aku anggap mereka semua telah mati. Yang aku miliki hanya sahabatku. Hitam. Duniaku hitam. Tidak ada warna lain yang pantas untuk menggambarkan duniaku. Bahagia? Aku cukup bahagia bersama sahabatku. Tetapi, Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Hidupku benar benar hitam. Disaat semua pergi, Dia hadir mengubah segalanya. Warna hitam kini tak lagi tergoreskan dihidupku. Warna warna yang tergoreskan kini warna warna indah. Tapi akankah dia terus disini bersamaku? Atau dia hanya singgah memberikan warna warni pelangi, Lalu kembali pergi membuat hujan dan petir terdengar kembali?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Senja Termendung
  • save me
  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • BLACK RAINBOW
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete
  • Satu Bait Tentang Hidup

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines