24.00
  • WpView
    Reads 351
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 3, 2020
Kita tak bisa diam saja. Kita harus kembalikan dunia sebelum semuanya terlambat. Ayo semuanya kita harus bergerak terus. Jika tak segera maka putaran waktu akan hilang untuk selamanya. Jangan sampai kita kehilangan hal terpenting seperti itu. Petualangan ini hanya ada sekali sepanjang hidup, jangan sampai kita menyia-nyiakannya. Prinsip kita adalah lakukan yang terbaik untuk kembalikan bumi dan waktu. Mati dalam waktu atau hidup memakan waktu. Sejarah kita buat, legenda kita bangun, masa lalu kita masuki, masa depan kita jelajahi. Karena usia tak bisa lagi menghalangi kita.
Public Domain
#241
fiksiilmiah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mentari Tanpa Sinar
  • I Told the Moon about You
  • THE PILLOW [Tamat]
  • EVANESCENT || Choi Beomgyu {END}
  • Bos Galak (ON GOING)
  • in ROOM
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Time Wanderer
  • Ananta Bandhana

Aku hanya seorang mentari yang kehilangan sinarnya, aku hanya ingin diperhatikan dan diperdulikan sekali saja, tapi mengapa takdir seolah memusuhiku? -Mentari Carramel Kalian selalu berkata "Bentar ya, Mama mau bacain dongeng buat Bulan," "Bentar ya, Papa mau nemenin Bulan tidur," "Bentar ya dek, Abang mau beliin Bulan ice cream," "Bentar ya, Mama takut penyakit Bulan kambuh, Mama mau jagain Bulan dulu, kamu main sendiri dulu ya," AKU KAPANNN!!!!!! SELALU SAJA BULAN BULAN DAN BULAN!!!!! Tapi mengapa setelah aku terbiasa dengan semuanya kalian malah manis kepadaku? sepi adalah sahabatku yang paling setia -Mentari Carramel Dan ini juga tentang Gava yang berstatus sebagai pacar Mentari pun mencintai kembarannya itu. Yang selalu terucap adalah "kamu lihat itu Bulan, dia baik, lemah lembut, penyayang, enggak kasar. Seharusnya kamu contoh kembaran kamu itu Tar," Aku lelah dengan ini semua, kapan kebahagiaan berpihak padaku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines