Let's make it up

Let's make it up

  • WpView
    LECTURES 233
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Chapitres 20
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juil. 15, 2019
[ON GOING] [SLOW UPDATE] Dua jiwa yang terlahir dari rahim dan waktu yang sama harus terpisah. Dan mereka dipertemukan kembali diwaktu ancaman selalu mengintai mereka dan keluarganya. Sanggupkah mereka menghadapinya? Atau mungkin malah menyerah dengan keadaan? Tak ada yang tau. Mereka berusaha semaksimal mungkin. Namun apabila takdir Allah berkata lain, pasrah menjadi pilihan terakhir.
Tous Droits Réservés
#103
twin
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • VIOLAND [TERBIT]
  • Twins' Mistake of Destiny (SLOW UPDATE)
  • Awal tanpa Akhir [END]
  • True Love #wattys2019
  • AlZeo [Completed]
  • DOUBLE A [COMPLETED]
  • Kenzo alaric [selesai]
  • L / R
  • The Mistake - END
  • Cinta Dua Hati  [SELESAI✔]

[BEBERAPA PART DIHAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN] * Hidup yang penuh tantangan karena kedua orang tuanya sudah pergi meninggalkan Violin Shakila sejak ia menduduki bangku SMP. Bermodalkan nekat, ia tetap berjuang melanjutkan hidup sebatang kara. Ia ingin mewujudkan impian kedua orang tuanya. Bekerja seakan menjadi kewajiban agar tetap hidup tanpa kedua orang tua. Hidup Violin tersusun rapi tanpa ada keluh yang terucap. Perempuan yang kerap disapa Violin mampu menyihir banyak lelaki yang mendekatinya. Terlalu banyak sampai Violin memilih seseorang yang paling pantas untuknya. Seorang lelaki yang membantunya bisa sembuh dari penyakit yang ia derita. Perjuangan untuk sembuh dari penyakit itu, membuat lelaki itu ikut berjuang juga untuk mendapatkan hati Violin dengan sulit. "Dunia itu susah untuk dikejar. Padahal aku nggak mageran! Apalagi mereka yang mageran, apa kata dunianya?" Bertahun-tahun, Violin sama sekali tidak menunggu akan hadirnya sosok lelaki baik, berhati buaya darat. "Sudah terlanjur dekat, terlanjur jatuh. Tinggal tancap gas menuju ke pelaminan." Ternyata hidup yang dibayangkan olehnya tidak selancar dulu, banyak hambatan yang harus disingkirkan. Hidup yang dulu indah, kini berubah menjadi sampah. Akan kah Violin masih terus melanjutkan perjuangannya sebagai seorang sarjana tanpa hadirnya? Atau berhenti sebagai mahasiswi pecundang? "Ingat, aku hanya mau kita melangkah bersama-sama sampai akhir! Aku, kamu dan keluarga kita!" ***

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu