We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Puisi Hati

Puisi Hati

  • WpView
    Reads 465
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 13, 2019
WpInfo
Poetry
"Ketika bibir bungkam seribu kata. Hanya jari yang mampu mengungkapkan semua rasa." Aku menuangkan semuanya. Tentang hati dan rasa yang pernah kau tinggal hingga ia mati secara perlahan. Goresan aksara membuatku berani mengungkapkan segalanya. Menuangkan cerita yang dulu pernah kau abaikan begitu saja, karena aku tahu ... kau takkan ingin mendengar kisahku. Untuk itu, aku menulis baris kata ini untukmu. Sebagian dari mereka adalah rasa yang tak sempat kuungkap. Sisanya hanya kepingan kecil yang sempat kau tinggal tanpa bertanya bagaimana keadaanku setelah kepergianmu. Aku rapuh Namun, masih sanggup hidup bersama kenangan yang kau ukir pada kepingan terkhir yang kau hancurkan dariku. Ini untukmu. Tentang hati yang mati setelah kau pergi. Luna Clarish
All Rights Reserved
#91
sendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Saja
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • ALISHA (end)
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • PROSA
  • May I Love You?
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • TOUCHED (End)

Cerita tentang kata yang mungkin tak pernah kau dengarkan

More details
WpActionLinkContent Guidelines