My Gesrek Husband [END]

My Gesrek Husband [END]

  • WpView
    LETTURE 20,834
  • WpVote
    Voti 786
  • WpPart
    Parti 43
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, mar 9, 2020
"Liat tuh zi. Gibah tuh. Ga pernah banget liat orang ganteng nyanyi. Katrok" ujar Daru ngedumel. "Ya mereka pengen kali di gituin. Ga pernah mungkin mas" jawab Azi seraya memasukkan makanannya kedalam mulut. "Biasa di ajak ke kebon kali ya? Terus olahraga di semak semak. Hahahaha" "Omes omes omes" gumam Azi. "Aneh banget ya? Kenapa ga nyari hotel atau kos kos an gitu kek. Pake di semak semak, emang ga ada serangga apa? Hihhhh. Ga kebayang. Yang harusnya nikmat malah bikin syok" gumam Daru, lalu melahap makanannya. "Mereka ga punya duit kali mas. Terus, kan ga menikah. Jadi bingung mau dimana. Jalan alternatif ya cuma semak semak kebon" "Di rumah sakit kan bisa. Apa di puskesmas kek. Kan ada BPJS. Ga perlu bayar sewa kamar. Ga kaya di hotel" "Ya kalo pake BPJS, dapet kamarnya yang jejeran orang orang dong. Trs olahraga nya gimana. Malah di grebek dokter yg ada" jawab Azi. "Ya pesen yg VIP lah" "Ya sama aja Indra! Mending sewa hotel bentaran" "Hahaha. Iya juga sih ya. Biar lah jadi urusan mereka." "Abis ini mau kemana mas?" Tanya Azi. "Ke rumah sakit aja" "Loh? Ngapain?" Azi mengernyit. "Olahraga sayang" "Dihh mas. Kamar kita tuh lebar. Masih kurang?" "Pengen coba aja gitu. Seru kali ya zi, olahraga di kamar pasien. Terus yang sakit jantung ga sengaja lewat terus liat. Auto mati di tempat. Hahahaha. Terus yg diabetes liat juga, langsung busuk dah tu kaki nya. Hahahahaha" "Ini nih. Oknum oknum pembunuhan secara halus" jawab Azi. "Ga kebayang hahahahaha" Menceritakan keluarga bapak alexandaru Ali Yusuf dan sang istri. Doain samawa aja ya. Baca oke? #WARNING! 17+
Tutti i diritti riservati
#72
penulisamatir
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • May I Love You?
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • SAD GHOST 6 ✓
  • Terlanjur Resepsi
  • Bertemu Denganmu [TAMAT]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • My Brother | X1
  • RAKAALENA

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti