AlGha

AlGha

  • WpView
    Reads 590
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 15, 2019
sahabat,cinta,dan benci 3kata itu lahh yg tertulis dalam takdir nya, aghata evantyas guliano. dia membenci cowo kasar. dan dia juga mencintai sahabat kecilnya, tyo. namun siapa sangka mereka dipisahkan oleh kejadian dimasa lalu yg mereka tidak inginkan. mereka berpisah 7 tahun lamanya. sehingga mereka tidak ingat satu sama lain. mereka mencintai dan membenci orang yg sama. takdir seperti sedang mempermainkannya. akankah takdir mempersatukan mereka kembali?? ______________\\\___________\\\\_______________ "Katanya kamu ga bakal ninggalin aku, tapi ko sekarang kamu malah mau pelgi. Hikss" ucapnya sambil menangis. "Engga, aku ga ninggalin kamu, cuma sekarang aku lagi dipanggil abang aku. Jadi aku kesana dulu yaa" ucap nya untuk menenangkan. "Ohh yaudah" "Oiya nama aku Evantyas, kalo nama kamu siapa?" "Nama aku tyo"
All Rights Reserved
#1
algha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  •   Dia nadine
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Adelaida the winner.
  • Moodbooster Ku [REVISI]
  • Love Or Hate(End)
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • jika bisa memilih

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines