because you help me

because you help me

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 2, 2019
"anda gak papa?" sontak wanita cantik pada lelaki tampan yang sempuyangan hampir jatuh dari tangga. pertolongan pertama yang reyhan dapatkan membuatnya nyaman akan hal itu sebab sudah 4 tahun ini dia tidak pernah merasakan pertolongan dari orang-orang meski itu kerabatnya sendiri. baginya wanita disebelahnya saat ini terlalu peduli dengan sekitar sehingga dia slalu spontan menolong orang yang bermasalah ketika disebelahnya. andin tidak berani menatap kedua mata reyhan saat itu,karena sejak tadi mata tajamnya tertuju padanya tanpa berkedip sama sekali,dan wajahnya pun ditutupi dengan masker hitam yang membuatnya semakin misteri. "ah..hehehe kalau anda baik-baik saja saya pergi dulu,permisi.." ucap andin dengan bergegas pergi menjauh. tubuh andin semakin samar namun reyhan tetap memandang kearahnya sampai bayangannya pun tak ada lagi. 'orang baik' batin reyhan sambil tersenyum dibalik maskernya. palp....plap.....plap....palp....palp...palp... semua orang bertepuk tangan senang ketika boss mereka datang. "aduhhh aku telat nih" cetus andin pada dirinya sendiri saat berlari menuju dapur perusahaan yang berada dibagian dalam dekat kantin. siang itu andin harus membeli keperluan diluar karena persediaan dapur habis. saat dia berlari karena buru-buru andin tidak sengaja menabrak seorang pemuda tinggi seperti tiang listrik dan berwajah tampan.Laki-laki itu sedikit mundur karena bertabrakan dengan andin,kebalikan dengan andin,dia terjatuh karena menabrak badan bidang pemuda tadi. "aduhh sakit kakiku..." keluh andin saat hendak berdiri. "aduhhh maaf ya kk...saya bener-bener gak sengaja.ada yang luka gak? saya obatin yah" ujar andin khawatir sambil menundukkan kepala beberapa kali untuk meminta maaf.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Stay With Me  [On Going]
  • JODOH salah ngomong
  • Aku Adalah Lukamu
  • Silent, Please! (Re-up)
  • tumbal gadis perwan
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines