La Tabki

La Tabki

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 27, 2019
Dubraaak. Naura menabrak seorang pria bertubuh tinggi bahkan lebih tinggi darinya. Hampir saja Naura terhempas ke lantai Namun dengan sigap pria itu menahan tubuhnya, tangan pria kekar itu melingkar sempurna tepat pada pinggang kecil Naura. Kedua mata sempat beradu beberapa Detik tapi cukup bisa menggambarkan sosok wajah pria yang sangat tampan, putih, alisnya yang tebal, lesung pipinya, dan tetap berwibawa. Entah apa yang dipikirkan pria itu. Mimpi apa dia semalam saat ini berhadapan dengan seorang gadis bercadar, bola mata yang indah nampak sayu memandangnya. Gadis itu memiliki tahi lalat kecil yang berada diunjung kelopak matanya yang sipit bisa dibilang ini pemandangan indah bagi pria itu, tapi ia sadar ini hanyala kebetulan. Dia melakukan hal ini secara spontan krena tidak ingin melihat gadis ini terjatuh. "Siapa wajah dibalik selembar kain ini". Gumam pria itu didasar hatinya. Sedangkan Naura dari balik cadarnya ia terus beristigfar. Tubuhnya terasa kaku, jantungnya berpacu lebih cepat dari yang sebelumnya. Pria itu sempat membuatnya tercengang. Posisi apa ini, ia belum pernah bertatapan begitu lekat dengan pria sebelumnya. Perasaan yang aneh dengan tidak sopan muncul begitu saja, Naura segera menepisnya. "Astagfirullah.. Afwan akhi". Ucap Naura terkesiap dan menunduk. "Tidak saya yang harus minta maaf, tadi saya spontan. Dan tidak bermaksud apa-apa selain karena tidak ingin melihat kamu terjatuh". "Syukran akhi.. maaf saya buru-buru, saya harus pergi. Permisi". Naura segera berlalu dari hadapan pria itu. Tanpa mau melihat wajah pria itu lagi. "Maaf, siapa Namu mu". Langkah Naura saat itu juga di hentikan oleh pertanyaan pria tersebut. Jantungnya semakin sulit dikendalikan, dia terdiam sejenak. Pria itu masih berada dibelakangnya, menanti jawaban dari Naura namun tetap dengan jarak yang agak jauh. "Panggil saya Ukhty". Ucap Naura tanpa menoleh kearah pria itu. "Ukhty??". Gumam pria itu.
All Rights Reserved
#52
recomendasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay With Me  [On Going]
  • Bunga Tulip Gus Arkan | TERBIT
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Dia dan Doa
  • Ustadzah Assyifa✔️
  • DIA PERGI?!
  • tentang sebuah rasa
  • ALA
  • REYHAN&RAYA

"Senior..!" Teriak seorang gadis remaja dengan begitu kencang. "Senior..!" Tambahnya lagi, tak kalah nyaring dari sebelumnya. Namun tetap saja, pemuda tampan yang sedari tadi berjalan menjauh dari gadis belia tersebut, berpura-pura tuli dan enggan berbalik. Tak mendapat respon dari seseorang yang saat ini tengah ia teriaki gelarnya, gadis cantik dengan wajah Asia tersebut menggeram kesal. "Arsya Raysent.!" Teriaknya penuh amarah Seketika, langkah kaki yang tadinya enggan berhenti. Akhirnya memilih untuk diam. Dengan segera, pemuda tampan tadi berbalik guna menatap seseorang yang saat ini tengah meneriaki nama nya dengan begitu tidak sopan. Nampak, ia menarik nafas kasar sembari memejamkan matanya singkat. Dan pada detik selanjutnya, mata hazel yang lebih dominan berwarna coklat terang tersebut, perlahan kembali memilih untuk terbuka. Dan kembali menatap gadis yang saat ini berada cukup jauh dari tempat dimana ia berdiri sekarang. Namun kali ini, mata hazel itu nampak menatap nyalang. "Jangan melewati batasan mu, kau sungguh tidak sopan.!" Geram pemuda tampan tadi "Jika dengen melewati batasan ku, kau bisa memperhatikan ku. Maka akan ku lewati semua batasan-batasan itu" Balas gadis remaja itu dengan berani, kali ini sebuah senyum nampak mulai jelas terukir pada wajah cantik tersebut. Sungguh, Arsya begitu kesal dibuatnya. Namun pemuda itu memilih mengakhiri semua ini, tak ingin memperpanjang kerunyaman yang ada. Dengan segera Arsya kembali berbalik dan melangkah pergi. Entah pada langkahnya yang keberapa, Kembali, gadis bernama Adinda tersebut berteriak lagi. "Aku bersumpah, akan membuat mu jatuh cinta pada ku.!" Teriaknya kencang. Mendengar hal itu, Arsya pun menggeram singkat di tengah lalu nya saat ini. "Bermimpi lah, karena kau sama sekali bukan tipe gadis idaman ku" Balas Arsya masih dalam lalu nya yang enggan berhenti. "Kita lihat saja nanti.! Kau, atau aku yang akan menang.!" Teriak Adinda lagi dengan nafasnya yang memburu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines