Story cover for La Tabki by SariNita_S
La Tabki
  • WpView
    LECTURES 44
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 44
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement avr. 27, 2019
Dubraaak.

Naura menabrak seorang pria bertubuh tinggi bahkan lebih tinggi darinya. Hampir saja Naura terhempas ke lantai Namun dengan sigap pria itu menahan tubuhnya, tangan pria kekar itu melingkar sempurna tepat pada pinggang kecil Naura. Kedua mata sempat beradu beberapa Detik tapi cukup bisa menggambarkan sosok wajah pria yang sangat tampan, putih, alisnya yang tebal, lesung pipinya, dan tetap berwibawa.

Entah apa yang dipikirkan pria itu. Mimpi apa dia semalam saat ini berhadapan dengan seorang gadis bercadar, bola mata yang indah nampak sayu memandangnya. Gadis itu memiliki tahi lalat kecil yang berada diunjung kelopak matanya yang sipit bisa dibilang ini pemandangan indah bagi pria itu, tapi ia sadar ini hanyala kebetulan. Dia melakukan hal ini secara spontan krena tidak ingin melihat gadis ini terjatuh.

"Siapa wajah dibalik selembar kain ini". Gumam pria itu didasar hatinya.

Sedangkan Naura dari balik cadarnya ia terus beristigfar. Tubuhnya terasa kaku, jantungnya berpacu lebih cepat dari yang sebelumnya.

Pria itu sempat membuatnya tercengang.

Posisi apa ini, ia belum pernah bertatapan begitu lekat dengan pria sebelumnya. Perasaan yang aneh dengan tidak sopan muncul begitu saja, Naura segera menepisnya.

"Astagfirullah.. Afwan akhi". Ucap Naura terkesiap dan menunduk.

"Tidak saya yang harus minta maaf, tadi saya spontan. Dan tidak bermaksud apa-apa selain karena tidak ingin melihat kamu terjatuh".

"Syukran akhi.. maaf saya buru-buru, saya harus pergi. Permisi". Naura segera berlalu dari hadapan pria itu. Tanpa mau melihat wajah pria itu lagi.

"Maaf, siapa Namu mu". 

Langkah Naura saat itu juga di hentikan oleh pertanyaan pria tersebut. Jantungnya semakin sulit dikendalikan, dia terdiam sejenak. Pria itu masih berada dibelakangnya, menanti jawaban dari Naura namun tetap dengan jarak yang agak jauh.

"Panggil saya Ukhty".
Ucap Naura tanpa menoleh kearah pria itu.

"Ukhty??". Gumam pria itu.
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter La Tabki à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#13perjodohon
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai), écrit par NurHanifah064
80 chapitres Terminé
"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah
DIA PERGI?! , écrit par Biji_Doren15
77 chapitres Terminé
DIA PERGI?! ~~~~~~ Sakit rasanya ditinggalkan oleh seseorang. Terlebih orang yang sangat amat dicintainya. Selamanya! "Jika takdir sudah berkehendak, maka mau bagaimanapun aku bertahan, tetap akan pergi." ucap Natha menatap gadis didepannya dengan raut sendu. "Dulu kamu pergi, lalu kembali. Apakah akan pergi lagi? Apakah bisa kembali?" balas gadis itu dengan air mata yang sedari tadi membasahi pipi. Natha mengangguk, "aku akan kembali.." ia menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya. "Dalam wujud yang berbeda. Aku yakin, akan ada orang yang persis seperti aku yang akan menjadi pengganti untuk mu, Zefa" Gadis bernama Queena itu menggeleng, "Aku sanggup jauh darimu. Tapi tidak untuk kehilanganmu" lalu ia memeluk Natha sangat erat. Cowok itu mencoba tersenyum, walau berusaha sekuat tenaga menahan sakit ditubuhnya. "Aku pergi, tugas aku udah selesai. Setidaknya aku pergi dengan pamit. Ayah udah kembali kayak dulu, dan tugas ku jaga kamu udah selesai." ujar nya. - Dulu, kita adalah seseorang yang sama sama kehilangan. Saling menguatkan, dan selalu menjadi support system satu sama lain. Kamu berjanji akan kembali. Namun setelah kembali, haruskah pergi? -QUEENA ZEFANYA SHAGIL- ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Penasaran? Ya dibaca lah, kalau suka ya divote. Kalo engga juga not problem. Mati satu tumbuh seribu. Cuma mau bilang 👻 'Tetep semangat ya, apapun yang terjadi. Hidup itu harus bisa menerima kritik dan saran. Agar kita bisa berkembang, gak stalk disitu saja. Kita juga gak akan tahu kan, kedepannya bakalan kaya gimana? Makanya jangan berhenti berkembang. Jangan cari teman yang membuat mu merasa nyaman. Tapi, carilah teman yang memaksamu untuk terus berkembang. Orang hebat tidak dibentuk dari kemudahan, kenyamanan, dan kesenangan. Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata.' -Sv Outhor 'DIA PERGI?!'-
Stay With Me  [On Going], écrit par Mendayu_Aksara
13 chapitres Terminé Contenu pour adultes
"Senior..!" Teriak seorang gadis remaja dengan begitu kencang. "Senior..!" Tambahnya lagi, tak kalah nyaring dari sebelumnya. Namun tetap saja, pemuda tampan yang sedari tadi berjalan menjauh dari gadis belia tersebut, berpura-pura tuli dan enggan berbalik. Tak mendapat respon dari seseorang yang saat ini tengah ia teriaki gelarnya, gadis cantik dengan wajah Asia tersebut menggeram kesal. "Arsya Raysent.!" Teriaknya penuh amarah Seketika, langkah kaki yang tadinya enggan berhenti. Akhirnya memilih untuk diam. Dengan segera, pemuda tampan tadi berbalik guna menatap seseorang yang saat ini tengah meneriaki nama nya dengan begitu tidak sopan. Nampak, ia menarik nafas kasar sembari memejamkan matanya singkat. Dan pada detik selanjutnya, mata hazel yang lebih dominan berwarna coklat terang tersebut, perlahan kembali memilih untuk terbuka. Dan kembali menatap gadis yang saat ini berada cukup jauh dari tempat dimana ia berdiri sekarang. Namun kali ini, mata hazel itu nampak menatap nyalang. "Jangan melewati batasan mu, kau sungguh tidak sopan.!" Geram pemuda tampan tadi "Jika dengen melewati batasan ku, kau bisa memperhatikan ku. Maka akan ku lewati semua batasan-batasan itu" Balas gadis remaja itu dengan berani, kali ini sebuah senyum nampak mulai jelas terukir pada wajah cantik tersebut. Sungguh, Arsya begitu kesal dibuatnya. Namun pemuda itu memilih mengakhiri semua ini, tak ingin memperpanjang kerunyaman yang ada. Dengan segera Arsya kembali berbalik dan melangkah pergi. Entah pada langkahnya yang keberapa, Kembali, gadis bernama Adinda tersebut berteriak lagi. "Aku bersumpah, akan membuat mu jatuh cinta pada ku.!" Teriaknya kencang. Mendengar hal itu, Arsya pun menggeram singkat di tengah lalu nya saat ini. "Bermimpi lah, karena kau sama sekali bukan tipe gadis idaman ku" Balas Arsya masih dalam lalu nya yang enggan berhenti. "Kita lihat saja nanti.! Kau, atau aku yang akan menang.!" Teriak Adinda lagi dengan nafasnya yang memburu.
ALA, écrit par alinsss
15 chapitres Terminé
dinikahin sama bocah smp? yang masih 15 tahun? Tidak bisa dirasakan oleh seorang pemuda tampan yang kini umurnya sudah mencapai 19tahun untuk seorang wanita cantik nan solehah. Tidak terlalu solehah sih, tetapi ia mengerti akan ilmu agama. Syahla putri amira yang kerap dipanggil ala, yang harus mati matian menerima perjodohan dari kedua orang tuanya Ala si gadis penakut jika lampu dimatiin, dan gadis yang tak terlalu menyukai adanya ac Dimas yang mood nya gampang berubah, membuat ala harus tetap bersabar atas perlakuan dimas terhadapnya dan dimas yang selalu mengubah kosa katanya saat memanggil istrinya. kadang lembut, kadang juga kasar "heh bocil, coba aja orang tua gue sama lo gak bersahabat dari kecil..mungkin gua gak bakal dipaksa nikah kaya gini sama bocah smp model lo!" "maaf kak, tadinya aku sempat menolak, tetapi melihat bunda dan tante resti yang sepertinya berharap jika aku menerima perjodohan ini, membuat aku tidak tega menolaknya" ... "belajar ilmu agama ongkoh, tapi penakut" ... "berhubung gue suami lo, jadi gue boleh dong icip icip tubuh lo cil" Ala membelalakan kedua bola matanya sempurna dikala dimas berbicara seperti itu "tapi aku masih smp kak, aku... takut kalo aku hamil. a-aku belum...aku belum siap menanggung semuanya kak" Detik kemudian, dimas tertawa melihat ekspresi perubahan datar istrinya "bercanda cil, lagian siapa juga yang mau sama tubuh lo cil, kurus, tepos. Tulang semua" ujar dimas membuat ala tersenyum kecut Mengandung unsur 17+ Langsung mampir yok!!!
Gus Reyhan untuk Syifana , écrit par SerliAltiya
29 chapitres Terminé
Syifana Fadilah putri, seorang gadis yang memiliki sifat keras kepala, ceroboh dan susah di atur. Di pertemukan dengan seorang Gus, namanya Reyhan Athaillah Haris yang memiliki sifat dingin, tegas, dan perhatian. Gus Reyhan baru saja kembali ke Indonesia setelah menempuh pendidikan di Kairo Mesir, ia justru harus di jodohkan dengan wanita yang bukan termasuk ke dalam kriteria pasangan impian nya. Keduanya dipersatukan dalam ikatan pernikahan, karena suatu perjodohan oleh kedua orang tua mereka masing masing. Bukan Gus Reyhan jika tidak tegas dengan istri nya sendiri yang super ceroboh dan keras kepala. "Dosa apa yang saya perbuat, sampai saya harus di jodohkan dengan perempuan yang keras kepala seperti dia."_Gus Reyhan. "Benar-benar gak adil, masa aku harus di jodohkan sama seorang Gus, padahal pengetahuan ku tentang agama minus."_Syifa. "Awas saja akan ku buat dia tidak tahan punya istri nakal seperti ku."_Syifa. Lalu bagaimana kisah mereka selanjutnya........ ••••••••••••• Hehehehe aku gak tau deh harus bikin sinopsis cerita ini kaya gimana,tapi intinya seru deh ceritanya, semoga kalian suka ya. Penasaran yuk langsung lanjut ke part selanjutnya,tapi sebelum itu jangan lupa follow terlebih dahulu. Hargailah karya penulis, semoga cerita ini bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kalian para pembaca. Terima kasih. Start:20-11-22 End:25-1-23 #Baper#Bucin#perjodohan#pernikahan#pacaran halal.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai) cover
Bunga Tulip Gus Arkan | TERBIT cover
Dia dan Doa   cover
DIA PERGI?!  cover
Stay With Me  [On Going] cover
ALA cover
CINTA SEORANG GUS [BELUM REVISI] cover
tentang sebuah rasa cover
Gus Reyhan untuk Syifana  cover
ANA UHIBBUKA FILLAH  (End) cover

Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)

80 chapitres Terminé

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah