K E T I K A

K E T I K A

  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 28, 2019
Jangan ucapkan kata menyerah ketika terdesak. Maju, lawan segalanya dan hapuskan keraguanmu. Hal yang paling menakutkan adalah bila kau tak mampu melawan ragumu sendiri. Dikehidupan bukan hanya tentang ragu. Hanya tentang bagaimana kau mampu untuk maju tanpa membawa ragumu. Meski tubuhmu tergetar saat semua mendesakmu, hanya kau dan keberanianmu yang mampu memenangkankannya. - 4.la - . .
All Rights Reserved
#109
quoteswattpad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • Garis Singgung
  • After Such A Long Time (Hiatus)
  • Our Journey To Love
  • Yang Pernah Patah
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Ahira Kala
  • Narasi patah hati
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines