We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Surat Untukmu

Surat Untukmu

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 4, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dear kamu, Jika cara terbaikku untuk ungkapkan rasa adalah mendoakanmu. Maka, itulah kagumku yang tak dapat terbendung lagi. Dari aku, si pengagum senyummu🐝 11/08/16
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Silence
  • senja di matamu
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • • KECEWA ~
  • Cinta dalam perjodohan
  • Aunty! I Love You (END)
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • TIME BACK : Story Abang, Kakak, dan Dedek (SEASON 2) END
  • Dosen ku, Suami ku
  • Bad Girls (Korban Dilan)

Sejak pertama kali aku melihatmu, rasa ini langsung terkagum padamu. Aku rasa kamulah sosok yang selama ini aku cari. Kamulah laki laki yang sesuai seperti laki laki yang aku idam idamkan. Senyummu sangatlah manis, tatapanmu seakan akan bisa menyihir aku ini, suaramu pun sangat menyejukkan hati. Layak, jika kamu membuat banyak perempuan terkagum kagum denganmu. Tidak lain pula dengan diriku. Sejak pertama aku melihatmu, aku mulai mengagumi mu diam diam tanpa sepengetahuan dari dirimu. Mengagumi mu diam diam, bukanlah satu hal yang mudah. Banyak sekali halangan yang seringkali membuatku pupus harapan dan ingin menyerah. Namun, aku masih tetap yakin, jika kamu adalah satu satunya laki laki yang aku cari selama ini. Aku harus sabar. Sabar untuk menahan segala rasa inginku, tuk lebih dekat denganmu. Sabar untuk tetap menjaga perasaan ku ini. Sabar untuk selalu bersikap seolah olah aku biasa saja saat bertemu denganmu. Sabar untuk selalu menundukkan pandangan ku padamu. Aku yakin, suatu saat nanti Allah akan mengabulkan segala doaku. Aku tinggal bersabar menunggu waktu yang tepat. Jika memang aku tidak ditakdirkan dengannya, aku akan dijauhkan perlahan dengannya agar aku tak salah menaruh hati kepada seseorang, Allah juga akan menggantinya dengan yang lebih baik. Namun, jika Allah menakdirkannya untukku, percayalah seberat apapun rintangannya dan sejauh apapun dia dalam jangkauanku, aku akan tetap dipersatukan dengannya suatu saat. Untuk saat ini, aku hanya bisa menikmati senyuman manisnya dari kejauhan. Jika suatu saat nanti aku diberi satu kesempatan untuk memilikinya, aku sangat bersyukur untuk itu. Namun, jika kita dipisahkan lagi, aku akan tetap bersyukur pernah memilikimu walau hanya sementara. Tugasku hanya menyayangimu secukupnya bukan merubah takdir Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines