We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Remember You

Remember You

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 30, 2019
"Terjebak diantara dua pilihan. Kamu dan Dia mempunyai tempat dan posisi yang sama. Hanya satu yang aku inginkan, PEMBUKTIAN!! " - Almeera Prilly Latuconsina - . . "Tidak semua hal yang kita lakukan harus diketahui orang lain. Jika dengan Diam mampu membuatmu bahagia dan diam juga tidak membuat orang lain terluka. Kadang Diam itu bisa menjadi pilihan yang tepat, saat harus memilih diantara IYA atau TIDAK?. " - Aliando Zardian Syarief -
All Rights Reserved
#185
hero
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Hanya Padamu (Aliando Prilly Story) -END-
  • Maafkan Aku
  • Pergi Dari Hatiku[ENDING]
  • About Us and Love
  • Stay (Away)
  • I Don't Understand
  • Keabadian Cinta ✔
  • Bukan Pilihan (ENDING)
  • SUATU HARI

Maaciw, udah mau mampir yah guys😊😊😊 ------------------------ "Kenapa ngehindarin gue?" ulang Ali dengan suara yang sama. Prilly menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, yang selalu ia lakukan ketika sedang gugup dan ketakutan. Prilly masih bergeming di tempatnya, dan menajamkan gigitannya, membuat darah segar keluar dari bawah bibirnya. Ali menghembukan nafasnya kasar, lalu menarik dagu Prilly lembut sampai mendongak menatapnya membuat gigitab di bawah bibirnya terlepas. Ia mejukan wajahnya hingga mendekat ke wajah Prilly, Prilly memejamkan matanya, tak mau melihat apa yang akan dilakukan Ali, terlalu takut mungkin?. Ali menyapukan lidahnya ke bawah bibir Prilly yang terdapat darah disana. Prilly mengumpat Ali dalam hati. "Darah lo manis banget, gue suka" bisik Ali tepat di telinga nya dengan seringainya, membuat Prilly bergidik ngeri, dalam hati. --------------------------------------- "L-lo ma-mau apa?" tanya Prilly panik saat melihat pisau di genggaman tangan Ali. "Gak tau, mutilasi lo mungkin?" ujar Ali yang kelewat santai, membuat Prilly bertambah panik. "L-lo gak serius kan?" tanya Prilly tergagap, ia sudah ancang-ancang untuk lari namun tangannya di cekal oleh Ali, seketika kaki Prilly lemas ia tak bisa menahan tubuhnya, ia merosot ke tanah. --------------------------------- Jangan lupa vomment!! Hargailah karya Author😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines