love in boarding school

love in boarding school

  • WpView
    LECTURAS 81
  • WpVote
    Votos 23
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 8, 2020
Sebuah pertemuan yang tak pernah di sangka. Antara cinta dan benci, tentulah sang cinta akan memenangkan nyaa... Dingin & pendiam ?? Sikap nya yang dingin membuat si pendiam terus terdiam dengan rasa penasaran. Dan sikapnya yang pendiam membuat si dingin pun penasaran. Akan kan sebuah cinta berpihak kepadanya?? . . . . . . . Selamat membaca semoga bermanfaat Dan jangan lupa untuk follow dan masukan ke reading list mu 😘😘 Nb: ini coper nya sama kaya akun milik @sarifahannisa1711. Sebenarnya itu akun saya cuman gk ke buka. Well jangan mikir ini copy dari orang lain. Thanks mohon bantuan nya yaaa, suaramu semangat ku😍😍
Todos los derechos reservados
#909
benci
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • NIDA ( END )
  • Hati Yang Memilih
  • Ragashka [END]
  • Sesama Santri LH [TERBIT]
  • ADVINES [TERBIT]
  • AKSAFA (End)
  • Tissa untuk Aris [On Going]
  • AKSARA (TAMAT)
  • How Are You, Hate? (Revisi)
  • Hate You? or Miss You?(On Going)

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido