I'm The Bad Boys!

I'm The Bad Boys!

  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 17, 2019
Rafka Alvero Brawijaya adalah pendiri geng Antariksa. Antariksa sendiri adalah suatu kelompok yang terdiri lebih dari 100 siswa dan siswi dari kelas 10 hingga kelas 12 sekalipun. Lalu, gimana jadinya kalo ketua OSIS bertemu dengan ketua geng terkenal di SMA Brawijaya, bahkan bukan hanya di satu sekolah saja tetapi sampai terdengar ke sekolah-sekolah lain. "Lo. Milik. Gue. " tandas Rafka. "Gue bukan milik siapa-siapa." jawab Alya. "Kalo dia gak mau lo gak usah maksa." bela Kafka. ****** Hari demi hari, apakah perasaan benci kepada Rafka akan tetap hinggap di hati Alya, dan apakah rasa kagumnya terhadap Kafka akan bertambah seiring waktu? Entah, biar Alya yang merasakannya. Mari simak cerita ini:) PLAGIAT DILARANG MENDEKAT!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Ghanas [On Going]
  • Rovalno
  • Bad Boy Erlangga
  • BETWEEN US (STILL COMPLICATED)
  • GRAZEO [Hiatus Sementara]
  • More Than It Seemed
  • RAFAEL (END)
  • Keysha Kesayangan Ketua
  • ARKANJESICA (END)
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines