Filosofi Diam

Filosofi Diam

  • WpView
    Reads 1,008
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 29, 2019
Afenia Rahma, hanya seorang gadis yang mampu menikmati setiap situasi kecuali jatuh cinta. Memiliki dua sahabat yang berfrekuensi sama adalah keberuntungan baginya. Lalu senja, lensa, dan satria adalah bagian dari kiasan yang mempunyai ribuan makna
All Rights Reserved
#111
sunrise
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Goodbye Alaska [END]
  • Senja di Bandung
  • TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA
  • Sedalam Samudera
  • Atrapado [Completed]
  • Mungkin Suatu Hari Nanti
  • Senja yang Tersamarkan (COMPLETED)
  • Gus Bara

[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Woi! Anak pungut!" "Dari mana aja? Jam segini baru pulang?!" Gadis yang merasa dirinya dipanggil itu menghentikan langkahnya, menunduk, menyeka darah yang sedikit mengalir dari sela bibirnya. Dia menoleh, menatap Bramasta tajam. "Peduli apa papa sama Rhea?" Rheana Adhisty gadis yang punya seribu cara percobaan bunuh diri. Tetapi entah apa yang salah, semua cara yang ia lakukan selalu gagal. Hingga suatu hari, Alaska datang sosok yang semakin mengacaukan usahanya untuk mati. "Ngapain naik ke sana?" "Cari mati, Lo?" Rhea enggan mendengarkan suara berat itu, ia masih menatap nanar trotoar yang dipenuhi kerumunan orang untuk menyaksikannya dirinya jatuh dari rooftop yang berada dilantai tujuh. "Buat apa gue hidup? Enggak guna juga." "Sampai jumpa di alam baka, Alaska."

More details
WpActionLinkContent Guidelines