URANUS
  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Apr 28, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Bukankah hubungan percintaan itu seperti minuman? Mana yang kamu pilih, dingin atau hangat? Jika kamu memilih dingin, dia akan sangat terasa istimewa dan menyegarkan di tengah keadaan panas, tapi sanksinya dia akan cepat habis kalau kamu tak mampu bersabar dan meminumnya secara perlahan. Jika kamu memilih hangat, kamu harus pandai menjaga suhunya agar tak berubah menjadi dingin sehingga rasanya akan tetap terjaga. Semua masalah waktu dan usaha bukan?" "Lalu menurutmu, hubungan macam apa yang kita jalani sekarang?" kataku sambil menatap lekat wajahnya, mengawasi jika nantinya akan ada sandiwara "Aku lebih suka menyebutnya, dingin."
All Rights Reserved
#120
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • COLD GIRLS OR BAD GIRLS
  •  My Lovely Ice Prince (Completed)
  • Adolescent Problem
  • Iqbaal - IDR
  • Arka
  • Bad Girl vs Ice Boy ✔
  • ON SIGHT (Completed)
  • My Love Is Hippopotamus

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines