Story cover for URANUS by RigilKent18
URANUS
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Apr 28, 2019
"Bukankah hubungan percintaan itu seperti minuman? Mana yang kamu pilih, dingin atau hangat? Jika kamu memilih dingin, dia akan sangat terasa istimewa dan menyegarkan di tengah keadaan panas, tapi sanksinya dia akan cepat habis kalau kamu tak mampu bersabar dan meminumnya secara perlahan. Jika kamu memilih hangat, kamu harus pandai menjaga suhunya agar tak berubah menjadi dingin sehingga rasanya akan tetap terjaga. Semua masalah waktu dan usaha bukan?"
"Lalu menurutmu, hubungan macam apa yang kita jalani sekarang?" kataku sambil menatap lekat wajahnya, mengawasi jika nantinya akan ada sandiwara
"Aku lebih suka menyebutnya, dingin."
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add URANUS to your library and receive updates
or
#5alphacentauri
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Kopi & Deadline (On Going) cover
REYDIRA  || TERBIT cover
Pilih Aku Atau Dia (END) cover
Torture Ends In Love Says [BAIBENBIYYU] cover
Takdirku dengan Cintamu 💕 cover
my arranged fiancé is a ceo. cover
Frozen Heart [HIATUS] cover
Iqbaal - IDR cover
They Don't Know About Me!!! cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 parts Ongoing

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️