Membumi yang Melangit

Membumi yang Melangit

  • WpView
    Reads 1,412
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 28, 2020
Cita-cita yang melangit dan aktifitas yang membumi, hendaknya memiliki porsi yang seimbang. Sehingga mampu menjadi manusia yang berpandangan jauh ke depan, think forward. Tapi tetap mau berpijak. Maksudnya kita memang perlu berusaha bersungguh-sungguh tapi tetap hati kita harus merendah. Karena kita tidak ada daya upaya. Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adziim (bukan kalimat bumi tapi kalimat langit) #1 in Berdoa (120720)
All Rights Reserved
#14
berdoa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dalam Diam(End)
  • 2021 | Hujan di Halaman Asrama [END]
  • If It's You
  • Ana Uhibbuka Fillah ( TAMAT  )
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Lailatul Qadar(END)
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Tertulis Dalam Doa
  • 𝑴𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊𝒎𝒖, 𝑳𝒖𝒌𝒂 𝑩𝒂𝒈𝒊𝒌𝒖✓
  • SUJUD 2

Sequel cerita Wattpad Khadijah dan senyum Khatan Khayla terlahir tanpa kemampuan berbicara, tetapi itu tidak membuatnya lemah. Dengan bahasa isyarat, ia belajar berkomunikasi dan mengekspresikan dirinya. Namun, tidak semua orang bisa menerimanya. Sejak kecil, ia kerap menghadapi ejekan dan perundungan, hingga hanya ada satu orang yang selalu berdiri di sisinya Rafi. Bagi Rafi, Khayla bukan sekadar sahabat. Ia adalah seseorang yang ingin selalu ia lindungi, meskipun perasaan yang tumbuh di hatinya tetap ia simpan rapat-rapat. Namun, semua berubah saat Bram, teman lama mereka, kembali di SMA. Kehadiran Bram membuat Rafi menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan-rasa cemburu yang perlahan menguasai hatinya. Di sisi lain, Khayla harus menghadapi Nadine, seorang gadis yang tidak menyukainya karena merasa Khayla menghalangi jalannya menuju Bram. Perundungan kembali menghantuinya, lebih parah dari sebelumnya. Tapi kali ini, Khayla tidak ingin hanya bergantung pada orang lain. Ia ingin melawan, ingin membuktikan bahwa meskipun ia tak bisa bersuara, bukan berarti ia tidak bisa didengar. Ketika kata-kata tak selalu bisa diucapkan, dapatkah cinta tetap tersampaikan? Atau justru akan terus terpendam dalam diam?

More details
WpActionLinkContent Guidelines