Story cover for KAKU by MaspupahS
KAKU
  • WpView
    Reads 1,235
  • WpVote
    Votes 449
  • WpPart
    Parts 68
  • WpView
    Reads 1,235
  • WpVote
    Votes 449
  • WpPart
    Parts 68
Ongoing, First published Apr 29, 2019
Aku tidak bisa memaksa orang lain untuk suka. Ini adalah kata yang aku ungkapkan dalam bentuk tulisan.

Karena menurutku Setiap detik adalah momen. Sekitar kita adalah makna. Sebuah perasaan yang tidak perlu untuk diungkapkan namun bisa dituangkan. Momen yang kita jalankan memiliki setiap kata yang bermakna.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add KAKU to your library and receive updates
or
#23motivation
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
You may also like
Slide 1 of 10
Indonesian Poetry cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
Mencintaimu Adalah Perang cover
Sampai Sini [End] cover
Puisi: Aksara Bercerita cover
Quotes Inspiration ✔ cover
harapan yang pupus cover
ZEEDIEN  [End] cover
[END] Blind Rainbow cover
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover

Indonesian Poetry

87 parts Complete

Biarkan puisi-puisiku berbicara. Secukupnya, bukan untuk selebihnya saat bicara bukan lagi menjadi keharusan. Bicara bukan keahlianku, dan menulis sudah menjadi rutinitas ku. . Banyak orang yang membaca puisi ini lalu menyukainya. Namun sedikit orang yang paham akan makna didalamnya. . Selamat membaca. Selamat membaca himpunan aksara absurd yang kelewat absurd ini. Semoga kamu sangat menikmatinya. Menghayati, tenggelam dalam lautan aksara😊. . Happy and enjoy!