Oops, I fell for you (MarkHyuck)
Harsael dan Marlo nggak pernah akur. Sejak semester satu, mereka udah kayak Tom & Jerry versi mahasiswa Ilmu Komunikasi: satu ngomong, satu nyela. Satu usul ide, satunya kritik habis-habisan. Dulu rebutan mic waktu presentasi, sekarang rebutan konsep di UKM Film. Sama-sama keras kepala. Sama-sama gak mau ngalah. Sama-sama... susah ditebak hatinya.
Tapi ketika dunia kampus memaksa mereka untuk lebih sering satu ruang-entah karena proyek film, tugas kuliah, atau situasi yang... tiba-tiba terjadi-jarak di antara mereka mulai bergeser.
Sebuah momen sederhana, tidak disengaja, sempat membuat napas mereka tercekat. Nggak ada yang ngomongin itu secara langsung, tapi sejak hari itu, sesuatu berubah. Marlo mulai memilih diam, Harsael mulai lebih hati-hati. Tatapan yang biasanya penuh sengit berubah jadi bingung. Pertanyaan mulai tumbuh: sebenarnya mereka benci... atau cuma belum sempat benar-benar kenal?
Di antara layar-layar kamera, ruangan rapat UKM yang penuh ide, dan jalan pulang yang tak lagi sepi, Harsael dan Marlo mulai belajar bahwa tidak semua rival harus berakhir sebagai musuh. Kadang... justru jadi rumah paling nyaman.