Two Sides of the Devil

Two Sides of the Devil

  • WpView
    LECTURES 55
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., août 26, 2024
Kazam Bayakar, laki-laki tampan yang selalu menyakiti hati para wanita. Sikapnya yang manis dan banyak tersenyum itu hanyalah sebuah pencitraan. Di luar ia terlihat seperti pria impian semua wanita, namun siapa yang tahu jika sebenarnya dia tidak lebih dari jelmaan raja iblis yang paling kejam di neraka. Kazam... dia bukanlah cowok SMA romantis yang selama ini para perempuan idamkan. Aliandra Safira, ketua ekstrakurikuler Jurnalist di SMA yang sama dengan Kazam. Demi kepentingan projeknya, ia dan tim-nya harus mewawancarai ketua basket yang tak lain dan tak bukan adalah si penjahat wanita, Kazam Bayakar. Namun sialnya, laki-laki tampan itu tak mau diajak bekerja sama oleh tim-nya. Mau tak mau, Aliandra sendirilah yang harus turun tangan. Tuhan memang Maha Adil, ia menghadapkan sang iblis dengan sang iblis pula. Ya, Aliandra tidak jauh berbeda dengan Kazam. Mereka sama-sama tak punya hati. Lalu... bagaimana jika keduanya dipertemukan?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Enemy Or Lovers?
  • Bodyguard of my love
  • Eclipsed (Hitam Tidak Sama Dengan Putih)
  • Mysterious Girl
  • Sepucuk Surat untuk Elraga [SELESAI]
  • Dunia Milik Sang Posesif [END]
  • ALVAN, THE SECRET BEHIND IT [ Republish ]
  • Suspicion Wrapped in Elegance
  • SAYAP YANG PATAH

Sabitha Khayna Aleeya adalah sosok sempurna-cerdas, berbakat, dan selalu menjadi pusat perhatian di SMA Bimasakti. Prestasi akademiknya yang gemilang serta keanggunannya sebagai ballerina membuatnya dipuja banyak orang. Namun, di balik gemerlap kejayaannya, ada satu orang yang selalu merasa tersisih-Rakhsan Kalandra Maverick. Selalu berada di posisi kedua, Rakhsan dipenuhi rasa iri dan amarah. Tak peduli seberapa keras ia berusaha, Sabitha selalu lebih unggul, seolah menegaskan bahwa ia tak akan pernah bisa menyainginya. Kekalahan demi kekalahan menggores egonya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengambil jalan lain-menjatuhkan Sabitha dengan cara apa pun. Saat strategi licik mulai disusun dan rencana mulai berjalan, Rakhsan mendapati dirinya terjebak dalam dilema yang tak pernah ia bayangkan. Apakah ini benar-benar tentang persaingan, atau ada sesuatu yang lebih dalam di balik semua kebenciannya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu