Om Duda Dan Tante Janda

Om Duda Dan Tante Janda

  • WpView
    Reads 267,937
  • WpVote
    Votes 2,214
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 25, 2023
Rasya Pramudya, seorang duda beranak satu. Hidupnya bagaikan dalam neraka setelah bertemu dengan Asyana Pertiwi, seorang janda. Setiap bertemu dengan Asya, Rasya selalu bertengkar dan saling mengejek dengan status masing-masing. Padahal status janda dan duda yang mereka sandangi, tak lah membanggakan. Malahan sering mendapat cibiran. Mendapat cibiran menjadi janda yang sering dikira menggoda suami orang. Namun, Rasya mendapatkan gelar duren alias duda keren. Selalu dikejar-kejar oleh wanita berstatus janda, remaja, sampai wanita yang ngebet nikah. Walau begitu, Mama Rasya hanya ingin Rasya menikah dengan Asya, atau bisa dibilang orangtuanya dan orangtua Asya sepakat menjodohkan anak mereka. *** "Najis gue nikah sama duda!" "Najis gue nikah sama janda!" "Kalau sama-sama najis nikah aja! Biar tambah klop najisnya!" celetuk para orangtua
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Ayyara & Abang Pras
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Bumi Milik Sana
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • TOUCHED (End)

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines