Story cover for WIANBU by m1ryu88
WIANBU
  • WpView
    Reads 624
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 624
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 9
Complete, First published Apr 30, 2019
Mature
Namaku Lee Seolhee. Usiaku baru menginjak 12 tahun ketika tentara-tentara Jepang mengambilku dengan paksa dari tangan ibuku. Bersama puluhan gadis malang lainnya, aku melewati masa-masa perang sebagai budak seks untuk tentara Jepang. Kami mengikuti para tentara itu ke berbagai tempat di Tiongkok. Kurang sandang pangan, kekerasan fisik, diperkosa, tertular berbagai penyakit menular seksual, semua itu harus aku alami di masa remajaku. Satu persatu dari gadis-gadis yang mengalami nasib sama denganku mulai mencabut nyawa mereka sendiri. Tapi aku bertahan.
Kini di usiaku yang telah renta, masa lalu kembali mengintai. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan menukarnya dengan harga diriku yang tinggal segenggam ini. Namun semua ini harus kulakukan demi sebuah titik terang akan keberadaan adikku, satu-satunya keluargaku yang tersisa, yang hilang lima puluh lima tahun silam
All Rights Reserved
Sign up to add WIANBU to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Chiisana Tenohira cover
Puisi Kegagalan cover
My Partner in Everything cover
That Summer cover
Sexy Daddy cover
Bulan Separuh ( COMPLETED ) cover
Salsabila🌻 cover
Rewrite Our Memories [K-Lit] ✔ cover
Terlalu Malas Jatuh Cinta ✓ cover

Chiisana Tenohira

17 parts Complete

Hanya bisa tersenyum dari kejauhan dan selalu merasa bahagia walau hanya melihatnya dari kejauhan saja. Aku sangat menyukainya, tapi aku tak bisa berbuat apapun untuk bisa membuatnya tahu tentang perasaanku kepadanya. Bahkan sampai dia pergi dua setengah tahun yang lalu, masih terlihat jelas diingatanku terakhir kali aku melihatnya. Ketika itu fuyuyasumi sedang berlangsung, dan saat itu pula aku masih duduk dibangku kelas dua SMP. Aku dan ayah menjemput kedatangan nenek dan kakek di bandara. Tak sengaja aku melihatnya bersama seorang lelaki dewasa yang mengenakan mantel berwarna hitam duduk tepat disampingnya. Aku rasa itu ayahnya. Mereka duduk diruang tunggu bandara dengan tas dan koper yang mereka bawa. Saat itu, aku bertanya-tanya sedang apa dia di bandara. Perasaanku bercampur aduk dengan banyak pertanyaan bersarang dikepalaku. Mungkin mereka pergi berlibur? Tapi tetap saja aku takut sesuatu hal yang tak kuinginkan terjadi. Tak lama kemudian mereka berdua pergi meninggalkan ruang tunggu. Saat fuyuyasumi berakhir, di hari pertama kembali ke sekolah aku tak pernah melihatnya lagi. Ternyata sesuatu hal yang kutakutkan benar terjadi. Bahkan sudah dua setengah tahun berlalu aku tak pernah melihatnya lagi.