Ketika Cinta Kita Diuji

Ketika Cinta Kita Diuji

  • WpView
    Reads 922
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 30, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta adalah persoalan yang rumit. Banyak cobaan dan ujian yang mesti dihadapi dan dilalui dalam hubungan. Dan hanya orang yang mampu menyelesaikan masalah dengan baik, yang bisa bersatu dan bersama selamanya. Sebab, saat seseorang saling mencintai dan menyayangi, lalu memutuskan untuk mengikat tali hubungan, ketika itulah dia belajar untuk saling berbagi dan melengkapi. Karena sesungguhnya kesempurnaan tidak pernah dilahirkan di bumi, tetapi ia diciptakan dari sebuah kebersamaan yang saling mengerti dan memahami. (A'yat Khalili).
All Rights Reserved
#298
literasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • (COMPLETE) Untuk Apa Jatuh Cinta ( Tiara Baron)
  • Cinta Tak Selamanya Abadi
  • SEBUAH INSPIRASI DARI PENULIS (ANTOLOGI CERPEN) [END]
  • SELAKSA CINTA
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Sincerity of Love
  • BILIK PESANTREN-KU

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines