ADISKIDEA

ADISKIDEA

  • WpView
    LECTURAS 466
  • WpVote
    Votos 34
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadConcluida sáb, ago 20, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Ini adalah kisah lalu yang tak laku. Karena siapa yang mau membeli luka? Tentang aku dan kamu yang terjebak dalam pertemanan. Tentang aku yang jatuh dan nyaman. Dan tentang kamu yang kulepaskan. Aku ingin memelukmu barang sejenak demi menyembuhkan rongga dadaku yang tiba-tiba sesak. Aku ingin mendekapmu barang sedetik agar rindu tak lagi berisik. Namun kita hanya sebatas sahabat lama. Aku tahu tak sepantasnya rasa ini tiba-tiba menyusup dan aku takluk. Jika kau ingin tahu kenapa aku menyukaimu, jawabanku tak akan semanis, 'Kau punya seribu alasan tuk dicintai.' Atau setidakjelas, 'Karena hatiku memilihmu.' Begini saja, mari luangkan waktumu sejenak untuk sedikit meresapi luka yang sedang kunikmati. Jangan banyak-banyak, aku tak ingin kau tersedak.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Taken Slowly
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • SINCERITY [COMPLETE]
  • Buat Aku Lupa
  • He is not My Best Friend (End)
  • Through It All With You [COMPLETE]
  • Bukan Kita D.A.N
  • Why Stay Away?
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Disaster In Feelings

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido