(BUKAN) PERAWAN#Wattys2019

(BUKAN) PERAWAN#Wattys2019

  • WpView
    Reads 396,434
  • WpVote
    Votes 8,777
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 26, 2020
Prolog Claire mendekap tubuh kecilnya dengan kedua tangan, gadis berusia sepuluh tahun itu duduk di sudut ruangan yang gelap di sisi ranjang. Claire terisak, ia bahkan tidak berani mengangkat kepala. Di sana, di atas ranjang seorang pria muda berusia tiga puluh tahun tengah terbaring letih dengan dada terbuka, seorang pria yang biasa ia sebut paman. Pria itu mendengus kesal mendengar Claire yang terus saja menangis, sebuah kenikmatan bejad baru saja menjalar dari tubuhnya. Beberapa menit yang lalu ia menodai gadis itu, gadis yang seharusnya ia jaga seperti putrinya sendiri. Gadis yang begitu suci dan polos, bahkan payudaranya-pun belum tumbuh sempurna. Claire memang ditakdirkan lahir dengan wajah yang cantik, kulit putih lembut dan rambut panjang hitam yang indah, tapi salahkah ia jika kelahirannya mengundang nafsu bejad pamannya sendiri, adik kandung dari ayahnya itu. Joe beranjak dari tempat tidurnya, menatap Claire yang sekarang juga menatapnya takut, pria itu kemudian membelai rambut Claire yang berantakan, membenahi bajunya dan membantunya berdiri, ia membawa Claire ke dalam pelukannya, memeluk erat tubuh kecil yang gemetar dan merintih kesakitan. Joe mendekatnya bibirnya ke telinga Claire dan berbisik, "Kau tidak boleh memberitahu siapapun tentang ini, ini rahasia kita berdua, kau mengerti?" Claire diam, ia tidak berani membuka suara, yang ia inginkan hanyalah pulang, pulang ke rumah dan tidak akan kembali lagi. Claire tidak akan menginap di rumah pamannya lagi sekalipun bibi Sarah memintanya tinggal. Claire tidak akan pernah mau. Satu kali sudah cukup membuat Claire berbeda. Ia kehilangan masa itu, ia tumbuh tanpa rasa percaya terhadap siapapun. Ia membenci laki-laki, kalaupun ia mau itu hanya sebatas permainan. Claire tidak tahu rasanya mencintai dan dicintai karena baginya semua pria adalah pamannya. Claire hanya menginginkan kebebasan dan membawa rahasia itu sampai mati, demi istri pamannya. Wanita yang ditakdirkan tidak pernah memiliki keturunan.
All Rights Reserved
#620
liar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miss You Love
  • at: 12am
  • When Beast Doesn't Love Beauty (Pindah Ke Dreame)
  • HELLO WIFE
  • I Love You (Because Your Baby) FINISHED
  • Sister Complex {Exo Fanfiction} [Sedang di Revisi]
  • My Mate is Only Mine(SUDAH TERBIT)✔️✔️
  • Kako Kara No Koibito [End]
  • KATARINA
  • Ineffable [HunRene]

"Aku sudah pernah katakan, aku siap dengan cobaan dan hantaman yang akan menerpaku. Aku lelah bersembunyi terus. Tidak ada satu orang pun yang ingin masuk dalam lingkaran masalah yang berat. Aku tidak bisa berdiam diri, tidak punya pilihan karena hanya inilah pilihan itu. Aku siap menghadapi, dengan atau tanpa bantuan siapa pun." Sang wanita berlari dan terus berlari. Kehidupan sudah memporak porandakan kemewahan dan kesenangan yang selama ini dicecapnya. Ia sadar semua sudah hilang, harapannya hanya satu, berusaha menemukan cinta yang tulus untuknya. Kekejaman sang paman dan mantan ibu tiri, membawanya pada tiga pria yang ternyata menyayangi dan mencintainya sedari kecil. Ikatan cinta masa kecil yang tidak akan pernah terlupakan. ===== Adrien, mantan suami yang terus menyayangi sang wanita. "Aku tahu kamu akan datang untukku. Aku tahu kamu tidak akan benar-benar meninggalkanku. Hatiku selalu berteriak, aku merindukanmu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku rindu senyumanmu, aku rindu menghabiskan waktu bersamamu, aku rindu saat kita tertawa bersama-sama. Aku merindukanmu. Zeid, lelaki lembut dengan beribu pesona. "Cukup bagiku untuk mengetahui bahwa perasaanku tidak salah. Aku tidak ingin kehilanganmu lagi, rasa itu membara lagi dan aku berjanji tidak akan menundanya. Kamu adalah satu-satunya milikku. Zein, lelaki arogan dan kasar, susah ditebak apa yang ada dalam pikirannya. "Aku berkorban untukmu, bukan untuk hal yang sia-sia. Aku punya tanggung jawab terhadapmu karena rasa cintaku. Aku tidak perlu menyatakan cinta jika hanya menginginkan tubuhmu karena aku bisa mendapatkannya dengan wanita mana pun. Kamu salah, kamu tidak bisa membayar apa yang telah kukorbankan. Mungkin kamu masih menganggap ini sebagai main-main namun waktu akan membuktikannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines