Apa Salah Ayahku?

Apa Salah Ayahku?

  • WpView
    LECTURAS 21
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 1, 2019
WpInfo
No ficción
"Ayah.....! Ayah....! Ayah....!" panggilan histeris dari seorang pemuda. Melihat ayahnya di borgol oleh para polisi. Ayahnya berbalik dan tersenyum. Senyum yang menyayat hati seorang pemuda itu. Apa salah ayahku? Itulah yang terus ia pikirkan. Hingga ayahnya sudah berada dibalik jeruji besih ia masih dalam keadaan tidak terima. Rasa sakit yang ia terima membuat ia bertekat untuk menegakkan hukum yang seadil-adilnya. Pada akhirnya ia mendapatkan beasiswa di Fakultas hukum. Bagaimana jika dirimu melihat ayahmu diborgol polisi? Tanpa mengetahui ap salah ayahmu sehingga ayahmu dj borgol begitu saja? Apalagi hanya ayahmu yang kamu punya didunia ini. Sakit tentunya. Begitulah yang Reza rasakan. Dendam terhadap hukum yang kurang jelas baginya. Hukum yang kurang adil baginya. Apa yang terjadi terhadap Reza? Apa yang sebenarnya terjadi terhadap ayahnya? Yuk simak ceritanya!
Todos los derechos reservados
#92
keadilan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Juan [REVISI]
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Ayesha Transmigration
  • 𝗗𝗮𝗿𝘂𝗻𝗮
  • Full Of Scratches
  • Caliorate: The Wilted Gardenia
  • Adrian & Ayla
  • Sepasang Satria Piningit
  • OUR [Selesai]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido