Story cover for DARA by dwimaulidiyah
DARA
  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published May 01, 2019
Dara berdiri bermaksud meninggalkan kantin, namun tangannya di tahan oleh satria.

"Asek babang tia agresif sama cewek." Celetuk denar.

"Bisik lo nar!" Segah samudra.

"Apaan sih ta? Gue mau balik ini ntar gue di telfon lagi." Kata dara kesal.

"Di jemput eza ra?" Tanya fakhri.

"Iya! Nyebelin banget sih! Gue putusin juga kalo dia pacar gue!" Jawab dara kesal.

Seketika satria melepaskan tangannya dari pergelangan tangan dara, dadanya sekali lagi ada yang aneh. Seperti di tusuk oleh sesuatu yang tajam.

"Eh btw ngapa lo narik tangan gue tadi?" Tanya dara pada satria.

"Gak, gue iseng aja." Jawab satria ngasal.

Sebenarnya ia ingin mengantar dara pulang, namun ternyata dia ingin di jemput oleh seorang laki-laki yang mungkin pacarnya.

"Bohong itu!" Teriak dani.

"Babang tia pasti mau nganter dara pulang kan?" Kata denar.

"Sepertinya ada yang lagi jatuh cinta nih." Sindir fakhri.

Satria dia sebenarnya sangat malu, namun wajahnya tetap tenang. Berbeda dengan dara dia cuman terkekeh mendengar ocehan sahabatnya.

"Brisik lo semua! Gue cuman iseng aja gak ada yang percaya gitu?" Tanya satria.

"Gak lah!" Ucap mereka serentak kecuali dara.

"Gue sih percaya ta. Hmm... Dan jangan sampe lo beneran jatuh cinta sama gue ta. Karena kita sahabatan, dan kalo persahaban di dasari dengan cinta maka semuanya akan berantakan." Ujar dara.



Ganre:

~Persahabatan
~Cinta
~Badboy
~Drama
~Action
~Romantis 
~Sekolah.

[Jangan lupa meninggalkan jejak sesudah membaca😂]
All Rights Reserved
Sign up to add DARA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
(Not) A Dream School (On Going) by AnggiPratiwi935
25 parts Ongoing
Pernah punya masalah dengan Bad Boy sekolah? Gimana rasanya? Yang pasti bakal penuh drama kan? Lo yang tadinya pengen ngejalanin sekolahan dengan tenang aman tentram dan damai tanpa ada masalah sedikitpun tapi malah jadi rumit hanya karena seseorang. Itulah yang di rasakan oleh seorang siswi bernama Aila, yang harus mengikhlaskan kehidupan damainya ketika bertemu dengan sang penguasa Cakrawala. Elang. 😂 *** Langit kini mulai menggelap. Bukan karena malam yang akan tiba, melainkan mendung yang bergemuruh karena akan segera hujan. "Elang--" "Aila, gue sayang sama lo. Jaga diri baik-baik ya, soalnya gue mau tidur dulu." "Lo ngomong apas-- Eeh Elang? Elang buka mata lo!" Gadis itu, Aila terus menepuk pipi lelaki dalam pangkuannya yang kini sudah tak sadarkan diri. "Elang bangun! Lo mau liat gue mati kehujanan? Heh! Bangun!" rintik hujan yang mulai berjatuhan membuat Aila semakin tak karuan khawatirnya. "Lo kalo sayang sama gue, bangun bego! Biar gue bisa bales. Bangun Elang!" Perlahan suara Aila bergetar. Air matanya pun luruh bersamaan dengan derasnya hujan. Seragam putih Aila yang tadinya hanya terdapat noda darah dibeberapa bagian kini jadi memerah menyeluruh karena hujan. Aila menatap nanar sekelilingnya, jalanan kini sudah dipenuhi genangan air hujan berwarna merah karena bercampur dengan darah para manusia yang terkapar disana. Lalu tak lama, bunyi sirine terdengar saling bersahutan. Hari ini, untuk pertama kalinya dalam hidup Aila benci pada Hujan, petugas keamanan dan petugas medis yang datang terlambat. *** . . . So yuk kita intip gimana kisah kasih di sekolah seorang Aila Pratiwi Adyatama. Yang bertemu dengan sang Bad boy sekolah;) See u👋
You may also like
Slide 1 of 8
INI CINTA BUKAN BENCI cover
(Not) A Dream School (On Going) cover
DAVARA cover
KIARA cover
Limerence cover
OUR PROMISE.  cover
ARDILA & DINAR cover
You Are My Destiny cover

INI CINTA BUKAN BENCI

23 parts Complete

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊