DARA
  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 7, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dara berdiri bermaksud meninggalkan kantin, namun tangannya di tahan oleh satria. "Asek babang tia agresif sama cewek." Celetuk denar. "Bisik lo nar!" Segah samudra. "Apaan sih ta? Gue mau balik ini ntar gue di telfon lagi." Kata dara kesal. "Di jemput eza ra?" Tanya fakhri. "Iya! Nyebelin banget sih! Gue putusin juga kalo dia pacar gue!" Jawab dara kesal. Seketika satria melepaskan tangannya dari pergelangan tangan dara, dadanya sekali lagi ada yang aneh. Seperti di tusuk oleh sesuatu yang tajam. "Eh btw ngapa lo narik tangan gue tadi?" Tanya dara pada satria. "Gak, gue iseng aja." Jawab satria ngasal. Sebenarnya ia ingin mengantar dara pulang, namun ternyata dia ingin di jemput oleh seorang laki-laki yang mungkin pacarnya. "Bohong itu!" Teriak dani. "Babang tia pasti mau nganter dara pulang kan?" Kata denar. "Sepertinya ada yang lagi jatuh cinta nih." Sindir fakhri. Satria dia sebenarnya sangat malu, namun wajahnya tetap tenang. Berbeda dengan dara dia cuman terkekeh mendengar ocehan sahabatnya. "Brisik lo semua! Gue cuman iseng aja gak ada yang percaya gitu?" Tanya satria. "Gak lah!" Ucap mereka serentak kecuali dara. "Gue sih percaya ta. Hmm... Dan jangan sampe lo beneran jatuh cinta sama gue ta. Karena kita sahabatan, dan kalo persahaban di dasari dengan cinta maka semuanya akan berantakan." Ujar dara. Ganre: ~Persahabatan ~Cinta ~Badboy ~Drama ~Action ~Romantis ~Sekolah. [Jangan lupa meninggalkan jejak sesudah membaca😂]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Aderaga [ON GOING]
  • Limerence
  • ARDILA & DINAR
  • DRABIA [END]
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • You Are My Destiny

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines