UHIBA LIA ( SUDAH TERBIT )

UHIBA LIA ( SUDAH TERBIT )

  • WpView
    LECTURAS 31,839
  • WpVote
    Votos 940
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 15, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
ALIYAH HERRYAWAN, biasa di panggil Lia. Aku baru lulus SMA dan aku kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Ayahku seorang pengusaha tambang di Kalimantan dan Ibuku sudah lama meninggal, sehingga aku hanya tinggal dengan bibi (ART yang mengurusku dari sejak kecil. Aku selalu mengusir kesepianku dirumah dengan pergi karaoke atau clubbing traktir teman - temanku. Hingga suatu malam, aku pulang dalam keadaan mabuk. Zulfa (temanku) mengantarku ke rumah. Aku sama sekali tidak tahu malam itu ayahku pulang ke rumah. Dia terlihat marah tapi tidak berkata apa-apa. Hanya menggelengkan kepala dan menghela nafas. Karena mungkin dia merasa percuma ngomong dengan orang mabuk. Aku langsung dibawa ke kamar oleh bibi, samar - samar ayah berbicara dengan zulfa, entahlah, membicarakan apa. Yang saat ini aku rasakan adalah melayang jauh ke awan dan gelap. Dan disinilah Jalan hidupku di tentukan, saat pagi harinya ayah marah besar dan memaksaku untuk mondok di sebuah Pesantren milik temannya. Aku menolak, tapi apa yang ayahku lihat kemarin malam menjadi senjata utamanya agar aku menurut. Akhirnya dengan terpaksa, aku menurutinya. Dan kesinilah mobilku terarah. Di suatu tempat dengan Gapura besar bertuliskan "PONDOK AL-HIJRAH". Suatu pesantren daerah Bogor dengan udara yang menyejukan (tapi tak sesejuk hatiku saat ini). Mungkin setelah ini akan sejuk, karena ada penyejuk hati yang lebih dingin dari AC atau kipas angin. Dari namanya saja Iqbaal Ramadhan. Kurang sejuk apa dari sucinya bulan Ramadhan. Aduh, ngomong apa sih aku ini. Yang pasti, saat pertama aku melihat wajahnya, aku merasa melayang sehingga tak jarang aku salah tingkah didepannya. Andai aku seperti dulu, rajin ngaji, taat agama, ngga belok seperti sekarang, pasti aku akan sangat cocok dengannya. ***
Todos los derechos reservados
#122
taaruf
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • ALA
  • MUSHKIL PYAAR [Completed]
  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • Takdirku Untukmu (END)
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Di Balik Kacamata [END]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • Ingkar 🌿|| Ending

Malam ini, beberapa hari setelah aku kembali dari Arab Saudi, aku bersama ayah dan ibuku datang ke rumah salah seorang kerabat ayah untuk bersilaturrahmi di hari raya, dalih kami. Padahal, yang sebenarnya adalah kami memiliki maksud dan tujuan yang lebih utama dari bersilaturrahmi di hari raya, yakni untuk melihat gadis yang diinginkan ibu menjadi calon istriku. "Naira. Naira Salsabila nama lengkapnya. Naira ini adalah putri kandung kami." Begitu ayah gadis yang ingin kulihat itu memperkenalkan putri beliau kepadaku, dan kepada ibu dan ayahku, saat Naira, sapaan si gadis berhijab orange muda, menyajikan teh untuk kami yang sedang bertamu ke rumahnya. Naira, gadis berumur dua puluh tahun itu perlahan mulai mencuri pandanganku. Wajah putih lembut. Pipi yang merona. Tatapan matanya yang sendu. Senyum tipis yang mengunci bibir. Sikapnya yang santun. Pandangan yang senantiasa terkurung sungkan. Semua hal yang sungguh indah lagi anggun di mataku tersebut, seakan tak membiarkan hatiku untuk ragu pada niat suciku terhadapnya. Bahkan, sedikitpun keraguan tak ada bayangan akan tumbuh.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido