UHIBA LIA ( SUDAH TERBIT )

UHIBA LIA ( SUDAH TERBIT )

  • WpView
    Membaca 31,826
  • WpVote
    Vote 940
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 15, 2019
ALIYAH HERRYAWAN, biasa di panggil Lia. Aku baru lulus SMA dan aku kuliah di salah satu universitas di Jakarta. Ayahku seorang pengusaha tambang di Kalimantan dan Ibuku sudah lama meninggal, sehingga aku hanya tinggal dengan bibi (ART yang mengurusku dari sejak kecil. Aku selalu mengusir kesepianku dirumah dengan pergi karaoke atau clubbing traktir teman - temanku. Hingga suatu malam, aku pulang dalam keadaan mabuk. Zulfa (temanku) mengantarku ke rumah. Aku sama sekali tidak tahu malam itu ayahku pulang ke rumah. Dia terlihat marah tapi tidak berkata apa-apa. Hanya menggelengkan kepala dan menghela nafas. Karena mungkin dia merasa percuma ngomong dengan orang mabuk. Aku langsung dibawa ke kamar oleh bibi, samar - samar ayah berbicara dengan zulfa, entahlah, membicarakan apa. Yang saat ini aku rasakan adalah melayang jauh ke awan dan gelap. Dan disinilah Jalan hidupku di tentukan, saat pagi harinya ayah marah besar dan memaksaku untuk mondok di sebuah Pesantren milik temannya. Aku menolak, tapi apa yang ayahku lihat kemarin malam menjadi senjata utamanya agar aku menurut. Akhirnya dengan terpaksa, aku menurutinya. Dan kesinilah mobilku terarah. Di suatu tempat dengan Gapura besar bertuliskan "PONDOK AL-HIJRAH". Suatu pesantren daerah Bogor dengan udara yang menyejukan (tapi tak sesejuk hatiku saat ini). Mungkin setelah ini akan sejuk, karena ada penyejuk hati yang lebih dingin dari AC atau kipas angin. Dari namanya saja Iqbaal Ramadhan. Kurang sejuk apa dari sucinya bulan Ramadhan. Aduh, ngomong apa sih aku ini. Yang pasti, saat pertama aku melihat wajahnya, aku merasa melayang sehingga tak jarang aku salah tingkah didepannya. Andai aku seperti dulu, rajin ngaji, taat agama, ngga belok seperti sekarang, pasti aku akan sangat cocok dengannya. ***
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#301
taaruf
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Balik Kacamata [END]
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • selamat pagi cinta
  • Pahala Surgaku✓
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • about Raya (Sudah Terbit)
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Denaya : Tahanan Masa Lalu "The Search Of True Love And Trauma Healing"
  • Semu [Completed]
  • ALA

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan